Cinta Cahaya Pesantren Kisahkan Sisi Lain Remaja Pondok
cinta cahaya pesantren
MALANGTODAY.NET – Pesantren merupakan lembaga pendidikan berbasis agama islam. Banyak orang yang beranggapan pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tradisional dan kurang “gaul”.
Namun film garapan sutradara Raymond Handaya dengan diproduseri oleh Ust. Yusuf Mansyur dan Tian Harianto akan mengulas sisi lain pondok pesantren dengan kehidupan remaja dengan segala dinamikanya.
Dibintangi aktor dan aktris macam Yuki Kato, Febby Blink, Vebby Palwinta, Sivia Blink, Rizky Febian, Elma Theana, Tabah Penemuan, Zeezee Shahab, Fachri Muhammad, Wirda Mansur membuat film ini lebih fresh dan penuh semangat aura remaja.
Menceritakan seorang anak nelayan yang tinggal di sekitar Danau Toba bernama Shila yang diperankan oleh Yuki Kato.
Sebagai bungsu dari tiga bersaudara, tak heran kalau ia jadi anak kesayangan Bapaknya. Tapi tak lantas ia tumbuh jadi anak yang manja.
Shila memiliki ide yang banyak dan ambisius untuk menggapai impiannya. Cita – cintanya yakni melanjutkan pendidikan ke SMA favorit di Kota Medan. Namun, impiannya terhalang keinginan sang mamak, mamak ingin dirinya masuk ke pesantren.
Shila pun kecewa lantas mengadu pada Bapaknya. Tapi ternyata Sang Bapak berpendapat sama dengan Mamak. Alhasil untuk pertama kalinya, ia merasa kecewa dan sakit hati kepada Bapak yang berakibat merenggangnya hubungan.
Shila sulit beradaptasi dengan kehidupan pesantren yang sangat padat kegiatan dan disiplin. Meski begitu ia masih memendam sebuah mimpi lainnya menjadi Seorang penulis novel.
Di pesantren ia memiliki teman baru yang begitu akrab, Manda yang diperankan Febby Blink, Aisyah yang diperankan oleh Sivia Blink, dan Icut yang diperankan oleh Vebby Palwinta merupakan teman satu asramanya, mereka menemukan makna persahabatan sesungguhnya.
Berbeda dengan santriwati lainnya, mereka cenderung melakukan banyak hal yang nyeleneh, kocak dan iseng bersama selama mondok. Ditambah lagi dengan hadirnya duo santri Abu (Rizky Febian) dan Rifky (Fachri Muhammad) yang menambah serunya kehidupan mereka di pesantren.
Tidak hanya persahabatan, pesantren juga telah menjadi saksi kebimbangan Shila sebagai seorang remaja yang sedang mencari jati diri. Layaknya seorang anak menjelang dewasa yang sering diliputi kegalauan, kehidupan Shila di pesantren pun dihiasi warna warni problematika khas remaja.
Apakah SHILA berhasil mengalahkan kegalauannya dan menjadi lebih dewasa? Dapatkan ia mempertahankan mimpinya sebagai seorang novelis?
Inilah film yang memadu drama, pop religi, dan komedi yang mengisahkan sisi lain remaja pesantren tentang cinta, persahabatan, dan suka duka. Kisah remaja pesantren yang acap kali dicap “kuper” tentu akan terkikis melihat film Cahaya Cinta Pesantren ini.
Film garapan PH Fullframe Pictures Indonesia ini akan tayang pada 12 Januari 2017 di bioskop seluruh Indonesia.

Berikan tanggapan Anda

loading...

Balas

Please enter your comment!
Please enter your name here