Ada Pejabat Tantang Sumpah Pocong, Caranya Gimana, sih?
Ilustrasi sumpah pocong @JurnalX

MALANGTODAY.NET – Baru-baru ini, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto baru-baru ini menantang Kivlan Zen dan Prabowo Subianto. Hal ini untuk membantah tudingan terkait siapa dalang di balik kerusuhan tahun 1998. Namun sebenarnya apa yang dimaksud sumpah pocong itu?

Dilansir dari Misteri.id, sumpah pocong merupakan porses perjanjian secara adat melalui kepercayaan Islam yang dilakukan untuk membuktikan kebenaran dan menilai siapa yang salah. Orang yang melaksanakannya diharuskan untuk menggunakan kain kafan dan berbaring layaknya orang yang sudah meninggal.

Baca Juga  Perppu Ormas Resmi Jadi UU, Ini Tanggapan Menko Polhukam

Kepercayaan ini telah menjadi tradisi yang biasanya digunakan untuk membuktikan tuduhan atau kasus yang sedikit atau bahkan tak memiliki bukti sama sekali. Untuk melakukan ritual ini, cara yang biasa dilakukan sebagaimana cara umat Muslim dalam hal mengurus jenazah.

Lalu, kenapa harus sumpah pocong?

Sebenarnya, orang yang telah melakukan sumpah ini akan disumpah layaknya orang yang meninggal. Jika terbukti berbohong, biasanya yang bersangkutan akan mendapatkan akibat mengerikan seperti terkena penyakit hingga kematian menjadi hal yang lumrah.

Meski begitu sakral, sumpah ini sebenarnya tidak diatur dalam peraturan hukum perdata di Indonesia. Namun biasanya, sumpah pocong menjadi cara terakhir untuk menjadi alat pembuktian karena bukti yang tersedia lemah atau bahkan tidak ada. Meski sifatnya tak resmi, namun sumpah ini dipercaya memberi dorongan psikologis pada pengucap.

Baca Juga  Ogah Kena Macet, Pria Ini Pilih Berenang ke Tempat Kerja!

Pelaksanaan sumpah pocong biasanya dilakukan di depan mimbar rumah ibadah. Pelaku sumpah dibawa ke rumah ibadah sementara pengambil sumpah lebih dulu dimandikan bersih, membaca doa tertentu, dan melakukan salat sunnah dua rakaat. Pelaku kemudian dibungkus kain kafan, dikelilingi saksi, dan disumpah di bawah Alquran dalam balutan kain kafan seperti orang meninggal.

Setelah upacara selesai, maka hakim akan membuatkan berita acara yang melibatkan panitera pengadilan, majelis, serta hakim. Dengan melakukan sumpah pocong, maka bagi yang berani adalah mereka yang menang.

Jadi, sumpah siap sumpah pocong, pak?(sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.