Santai, Luis Milla Dipecat, Ini Ide Gila 3 Pelatih yang Siap Gantikan
Luis Milla @ Tribunnews

MALANGTODAY.NET – Pasca kegagalan menembus semifinal cabang olahraga sepak bola Asian Games 2018, kabar Luis Millla dipecat semakin kencang berhembus. Timnas Indonesia U-23 harus dikalahkan Uni Emirat Arab (UEA) lewat drama adu penalti pada Jumat (24/8), salam perpisahan dengan Luis Milla nampaknya akan segera terealisasikan.

Padahal membangun skuat dan mengembangkan sepak bola bukanlah persoalan yang instan. Alih-alih sibuk merancang cetak biru kemana sepak bola Indonesia akan dibawa dalam jangka waktu 5,10,20,30 tahun ke depan, PSSI masih asyik pecat sana, pecat sini, tambal sana, tambal sini, berharap hasil instan dari usaha jangka pendek yang tidak jelas kemana arahnya.

Namun kita semua pasti telah maklum dan mahfum dengan potret persepakbolaan negeri ini, bukan? Jangankan cetak biru, ketua federasi sepak bola kita saja memegang jabatan ganda. Mau fokus darimana?

Nah, kalau memang Luis Milla akan dipecat oleh federasi, tenang saja karena banyak sekali opsi untuk menggantikannya. Toh kalau PSSI mau sekedar tambal sana tambal sini, kita sebagai pecinta sepak bola tanah air juga boleh dong main gila dan berandai-andai yang indah-indah saja?

Baca Juga: Tak Hanya Roy Kiyoshi, 5 Orang Ini Juga Terlihat Aneh Setelah Operasi Plastik

  1. Antonio Conte
Santai, Luis Milla Dipecat, Tiga Pelatih Ini Ada Sebagai Solusi
Antonio Conte @ Cek Skor

Saat ini pelatih berdarah Italia tersebut sedang menganggur. Terakhir pada hari Sabtu (25/8), Conte terlihat asyik di Allianz Stadium menyaksikan pertandingan antara Juventus kontra Lazio.

Conte mungkin bukan tactician ulung seperti Pep Guardiola atau Maurizio Sarri. Tapi Conte adalah pelatih yang handal dalam mengumpulkan semangat juang pemain dan menjadikannya satu sebagai gelora kolektif untuk memenangkan pertandingan.

Conte pernah membawa Italia bertarung di ajang Euro dengan skuat yang pas-pasan. Bonucci sebagai pemain belakang, Emanuelle Giacherini sebagai gelandang, dan Graziano Pelle sebagai penyerang.

Memang mereka tidak berhasil juara, tapi penampilan skuat ‘pas-pasan’ Italia di bawah asuhan Conte menuai decak kagum para penonton.

Conte jugalah yang mengembalikan skuat pas-pasan Juventus ke jalur juara tujuh tahun yang lalu.Berkat revolusi mental yang dilakukan oleh Conte, sejak saat itu Juventus mendominasi Serie A sampai hari ini.

Baca Juga: Ya Nasib! Dulu Bintang Sinetron Idola Cilik, Kini Tak Ada yang Ingat

Hal ini sangat cocok dengan situasi sepak bola kita. Akui saja, jangan malu, bahwa sepak bola kita itu kelasnya medioker. Satu dua pemain bagus dalam keahliannya tertentu. Secara kolektif? Medioker.

Antonio Conte harus menjadi prioritas PSSI apabila benar-benar memecat Luis Milla. Dengan karakter sepak bola kita yang hanya bermodal semangat ini, Conte adalah figur yang paling pas untuk mentransformasikan semangat itu menjadi mental jugan sang pemenang.

  1. Zinedine Zidane
Santai, Luis Milla Dipecat, Tiga Pelatih Ini Ada Sebagai Solusi
Zinedine Zidane @ Sports Keeda

Alternatif berikutnya adalah mantan jawara dunia, Zinedine Zidane. Pada bursa transfer musim panas yang lalu, Zidane memutuskan mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala Real Madrid.

Nah, kalau Indonesia memang benar akan segera memecat Luis Milla, lebih baik lakukan dengan segera sebelum Zidane berkomunikasi dengan klub lain.

Dalam melatih, Zidane piawai dalam membaca permainan lawan dan memutuskan strategi yang pas untuk membalas strategi lawan. Gaya flamboyannya saat bermain juga terasa saat dirinya menjadi pelatih.

Mungkin kesulitan Zidane jika benar menerima pinangan PSSI adalah menemukan pemain yang pas untuk strateginya. Zidane selalu menginginkan pemain yang versatile, pemain yang memiliki pengetahuan mumpuni terhadap posisi lain selain posisi utamanya.

Baca Juga: 4 Presenter Seksi Indonesia Bikin Acara Olahraga Makin Hot!

Sedangkan di Indonesia, jangankan versatile, kadang-kadang peran utama dan fungis posisi asli mereka saja masih bingung.

Namun, Zidane dapat memanfaatkan nama-nama seperti Evan Dimas atau Stefano Lilipaly yang memiliki visi bermain di atas rata-rata sebagai pilar poros permainan, seperti Jorginho di Chelsea atau Pjanic di Juventus.

  1. Luis Milla Itu Sendiri
Santai, Luis Milla Dipecat, Tiga Pelatih Ini Ada Sebagai Solusi
Ilustrasi kutipan Luis Milla tentang sepak bola Indonesia @ Instagram

Intinya adalah ajang Asian Games 2018 sulit untuk dijadikan tolak ukur apakah tim sepak bola Indonesia berhasil atau tidak. Mungkin banyak pihak lupa jika Asian Games 2018 adalah ajang Asia.

Padahal, untuk ajang Asean saja tim sepak bola Indonesia masih susah sekali untuk berjaya. Lalu, memecat pelatih yang gagal mencapai semi final cabang Asian Games 2018 adalah hal yang tergesa-gesa.

Milla punya program. Bahkan dirinya rela sekaligus merangkap jabatan sebagai pelatih kepala timnas senior hingga berapa kelompok usia di bawahnya.

Baca Juga: Maksa Jadi Presenter, Acara yang Dibawakan Malah Sering Dikritik!

Ini menunjukkan ada agenda yang coba diterapkan di sepak bola Indonesia yang semrawut ini. Ada sebuah ide yang diusung Milla untuk sepak bola Indonesia beberapa tahun ke depan. Bukan hasil instan sesaat yang cuma menghasilkan kebanggan semu saja!

Harusnya yang merubah mindset ini adalah federasi. Apabila kapal tempurnya mengalami kegagalan atau kendala, ancamannya langsung dipecat. Itu yang dirasa tidak pas.

Dua puluh tahun yang lalu, sepak bola Belgia adalah kekuatan yang tidak terlalu diperhitungkan di dunia, bahkan di Eropa sendiri. Rancangan cetak biru sepak bola Belgia yang dicanangkan oleh federasi mereka saat itu membuahkan hasil seperti yang kita lihat saat ini.

Indonesia bisa? Bisa! Tapi …


Penulis: Swara Mardika
Editor: Swara Mardika

Loading...