Yuk, Rayakan Hari Aksara Internasional 2018!
Ilustrasi ujian tes tertulis (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Ejaan yang Disempurnakan mungkin menjadi jenis ejaan yang paling terkenal di Indonesia. Mungkin masih sedikit pula orang yang tahu kalau kini ejaan ini sudah tidak berlaku dan digantikan dengan EBI atau Ejaan Bahasa Indonesia. Selain EYD dan EBI ada beberapa ejaan lain yang pernah berlaku di Indonesia, loh. Nah, hari ini, bertepatan dengan diberlakukannya EYD 46 tahun lalu, pada 16 Agustus 1972, MalangTODAY sudah Merangkum sejarah ejaan yang pernah berlaku di Indonesia.

Ejaan Van Ophuijsen

Ejaan ini merupakan ejaan lama yang digunakan bangsa Indonesia untuk menuliskan kata-kata melayu dengan model yang dimengerti oleh orang-orang Belanda. Ejaan ini dinamai sesuai dengan nama seoang ahli bahasa asal belanda yang menjadi profesor Bahasa Melayu di Universitas Leiden. Ejaan ini berlaku di Indonesia sejak tahun 1901 hingga 1947. Contoh dari ejaan ini seperti, oentoe’, ma’moer. ‘akal.

Baca Juga: Viral Kerajaan Ubur-ubur, Apa Kabar Lia Eden Sekarang?

Ejaan Republik/Ejaan Suwandi

Ejaan ini digunakan di Indonesia sejak 17 Maret 1947 sampai dengan 23 Mei 1972. Ejaan ini disebut dengan edjaan Soewandi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu. Yang membedakan jenis ejaan ini dengan ejaan sebelumnya adalah penggunaan huruf ‘u’ untuk menggantikan ‘oe’. Selain itu, bunyi hamzah tidak lagi dituliskan dengan tanda petik (‘) tapi menggunakan huruf ‘k’. Kata ulang dalam ejaan ini bisa ditulis dengan angka 2.

Ejaan Malindo

Tak seperti jenis ejaan lainnya, ejaan Malindo ini tidak jadi diresmikan. Dalam rencananya, ejaan ini akan menggabungkan ejaan ‘tj’ menjadi ‘c’ dan menggenati ‘nj’ menjadi ‘nc’. Namun ejaan yang muncul di tahun 1959 ini gagal diresmikan dan diberlakukan di Indonesia.

Baca Juga: Angka Kemiskinan Masih Tinggi, Begini Tanggapan Bupati Malang

Ejaan yang Disempurnakan/EYD

Ejaan yang Disempurnakan (EYD) dirumuskan pada tanggal 23 Mei 1972 dengan ditandatanganinya pernyataan bersama yang berisi persetujuan pemberlakukan EYD. Namun, ejaan ini baru resmi berlaku pada 16 Agustus 1972, setalah keluar Keputusan Presiden Nomor 57 Tahun 1972. Dalam ejaan ini terdapat beberapa b=perubahan, seperti ‘tj’ menjadi ‘c’, ‘dj’ menjadi ‘j’, ‘j’ menjadi ‘y’, ‘nj’ menjadi ‘ny’, ‘sj’ menjadi ‘sy’, dan ‘ch’ menjadi ‘kh’. Selain itu huruf ‘f’,’v’, dan ‘z’ juga ditambahkan.

Ejaan Bahasa Indonesia

Inilah ejaan terbaru yang berlaku di Indonesia. Ejaan yang mulai berlaku pada tahun 2015 ini resmi berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Sebenarnya tidak ada banyak perubahan dalam EYD ini, hanya ada penambahan huruf vokal diftong yang semula tiga menjadi empat. Adapun huruf vokal diftong yang ditambahkan adalah ‘ei’ se[erti yang terdapat dalam kata survei dan geiser.

Penulis : Kistin Septiyani
Editor : Kistin Septiyani

Loading...