Skripsi Terus Ditolak, Gantung Diri yang Bertindak. Kamu Jangan Sampai Kaya Gini, Ya!
Ilustrasi gantung diri (Istimewa)

MALANGTODAY.COM – Skrispsi adalah fase akhir bagi seorang mahasiswa untuk dapat menyelesaikan masa studinya. Bagi beberapa orang, skripsi merupakan hal yang sangat sulit dan tak jarang membuat frustasi hingga depresi.

Seperti contoh kasus skripsi yang berujung depresi baru-baru ini terjadi di Medan, Sumatera Utara. Akibat skripsinya kerap ditolak, mahasiswa ini memilih untuk mengakhiri saja hidupnya dengan cara gantung diri.

Mahasiswa itu bernama Marolop Marko Manurung (23). Ia gantung diri di sebuah rumah di Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Sel Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (21/11/2018) petang.

Baca Juga: Tak Terima Postingan Lambe Turah, Nikita Mirzani: Otak Anda di Dengkul

Salah seorang tetangga Marko menuturkan kisah akhir hayat mahasiswa malang tersebut kepada awak media. Menurut salah seorang tetangga yang tak ingin disebutkan namanya itu, Marko belakangan memang sedang stres karena sudah beberapa kali skripsinya ditolak oleh dosen pembimbing.

“Baik ini anaknya. Kalau menurut keterangan Edak (keluarga Marko) itu, korban ada masalah di kampusnya. Katanya skripsinya ditolak dosennya sehingga dia jadi depresi,” kata tetangga itu seperti dilansir dari viva.co.id, Kamis (22/11/2018).

Jenazah Marko ditemukan oleh salah satu pihak keluarga sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu jenazah Marko tergantung di atas tali nilon besar di dalam kamar.

Marko sendiri tercatat merupakan mahasiswa Universitas Negeri Medan. Hingga saat ini belum ada pernyataan dari pihak universitas tempat Marko menuntut ilmu tersebut.

Baca Juga: 5 Alasan Presiden Jokowi Layak Berikan Amnesti Kepada Baiq Nuril

Di sisi lain, hasil pemeriksaan Polsek Percut Sei Tuan yang berkoordinasi dengan Tim Inafis Polrestabes Medan mengungkapkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan dari proses identifikasi jenazah. Keluarga korban sendiri menolak jasad Marko yang tewas gantung diri ini diotopsi.

“Hasil pemeriksaan Tim Inafis tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kuat dugaan korban meninggal dunia karena bunuh diri. Keluarga bermohon agar jasad korban tidak dilakukan otopsi, karena keluarga sudah menerima kematian korban,” ujar Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri seperti dilansir dari jawapos.com, Kamis (22/11/2018).

Baca Juga  Komando Cup 2017 Akan Digelar di Medan

Penulis: Swara Mardika
Editor: Swara Mardika

Loading...