Bukan Darwin, Proses Evolusi Justru Dicetuskan Oleh Orang Muslim!
Al-Jahiz (kiri) dan Charles Darwin @Mvslim

MALANGTODAY.NET – Charles Darwin dikenal sebagai salah satu ilmuwan terkemuka yang mencetuskan teori evolusi. Menurutnya, manusia merupakan hasil evolusi akhir dari kera. Hal ini ditengarai dari adanya kesamaan bentuk fisik antara manusia dan kera. Namun sebelum menghukumi teori itu, perlu diketahui bahwa pemikiran awal evolusi datang dari orang Muslim.

Yap, dilansir dari DetikNews, Minggu (3/3/2019), filsuf Islam yang bernama Abu Utsman Amr Bahrd Alkanani al-Bisri adalah orang pertama yang mencetuskan evolusi. Pria yang dipanggil Al-Jahiz itu telah menuli buku tentang proses evolusi binatang.

Pria kelahiran Basra, Irak Selatan, pada 776 M ini tumbuh saat khilafah Daulat Abbasiyah menguasai negara-negara Islam. Pada masa itu pula, filsafat keilmuan dari Yunani mulai masuk ke negara Islam dan mulai diterjemahkan dalam Bahasa Arab. Hal ini yang menjadi latar belakang lahirnya gerakan Mutazilah yang mengedepankan akal daripada nash agama.

Al-Jahiz muda kemudian mulai mengenal ilmu seperti ilmu alam, geografi, filsafat, dan sastra. Ia disebut telah menulis sebanyak 200 buku dan hanya sepertiga yang sampai kini masih bisa ditemukan. Salah satunya bukunya yang berjudul Kitab al-Hayawan yang menerangkan proses evolusi pada binatang.

Dalam buku ini, Al-Jahiz menuangkan gagasannya tentang evolusi yang mendahului Darwin. Menurutnya, setiap makhluk hidup di dunia bergulat dalam siklus yang berlangsung terus menerus untuk bertahan hidup. Dan selama itu pula, selalu ada spesies yang lebih kuat dibandingkan lainnya.

“Binatang bergelut untuk tetap bertahan hidup, menghindari pemangsa, dan untuk berkembang biak. Faktor alam mempengaruhi organisme mengembangkan karakteristik baru untuk bertahan hidup. Faktor itu mengubah mereka menjadi spesies baru. Binatang yang berhasil berkembang biak bisa menurunkan karakter itu kepada penerusnya,” terang Al-Jahiz.

Gagasan ini yang kemudian memengaruhi filsuf Muslim seperti Al-Farabi, Al-Arabi, Al-Biruni, hingga Ibn Khaldun. Al-Jahiz kemudian disebut sebagai salah satu tokoh yang menjadi preferensi Darwin dalam teori evolusinya. (sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.