Beppe Marotta, sosok di balik kebijakan transfer Juventus (istimewa)

Juventus sukses mendaratkan mega bintang sepak bola dunia, Cristiano Ronaldo ke Turin. Kabar yang menggemparkan seantero jagad persepakbolaan internasional ini tentu menciptakan pro dan kontra bagi berbagai kalangan.

Sebelumnya, Juventus dikenal sangat teliti untuk urusan belanja pemain. Di setiap bursa transfer, Juventus lebih sering berhemat dalam mengeluarkan biaya. Namun, dengan rampungnya proses transfer Cristiano Ronaldo dari Real Madrid ke Juventus membuktikan bahwa Si Nyonya Tua bukan tim yang tidak punya uang. Namanya saja nyonya tua, Juventus adalah klub yang irit dan sangat teliti soal belanja pemain.

Baca Juga: Efek Ronaldo: ‘Dedemit’ Mulai Daftar Jadi Fans Juventus

Di sisi lain, banyak anggapan bahwa kepindahan Ronaldo ini mengukuhkan bahwa Juve adalah klub panti jompo. Bukan tak berdasar, klaim tersebut muncul karena saat ini Ronaldo telah berumur 33 tahun. Usia yang cukup senja bagi pesepakbola profesional liga top Eropa. Apalagi jika melihat kiprah kebijakan transfer Juve sebelumnya yang mendatangkan pemain-pemain ‘tua’ seperti; Lucio, Andrea Pirlo, Carlos Tevez, sampai nama Dani Alves.

Beppe Marotta, Sosok Jenius di Balik Kebijakan Transfer Juve

Giuseppe ‘Beppe’ Marotta menjabat sebagai CEO Juventus sejak tahun 2010. Semenjak dinahkodai oleh Marotta, manuver Juventus di bursa transfer menjadi begitu berbahaya. Kejeniusannya dalam memilih pemain dan membayarkan harga yang pas untuk memiliki pemain yang diincar tersebut adalah salah satu alasannya. Kebijakan transfer yang dipimpin oleh Beppe Marotta ini membuat Juve tidak bisa dianggap sebagai klub panti jompo!

Lho, kenapa?

Mendapatkan Pemain Berkualitas Secara Gratis

Di musim panas tahun 2011, seorang gelandang legendaris Italia kehabisan kontrak dan sedang mencari klub baru. Ya, Andrea Pirlo dinilai telah habis oleh klub yang telah sangat lama dibelanya, AC Milan. Klub AC Milan tidak bersedia memperpanjang kontrak Andrea Pirlo lagi.

Namun Juventus bersama Don Marotta melihat hal yang berbeda. Si Nyonya Tua percaya bahwa Andrea Pirlo belum habis dan bisa menjadi pemain kunci kebangkitan Juventus. Segera Marotta melakukan pendekatan intensif kepada Andrea Pirlo agar mau menandatangani kontrak bersama Juventus.

Baca Juga: Paulo Dybala Sambut Mesra Kedatangan Cristiano Ronaldo ke Juventus

Pada saat itu, tak sedikit pihak yang menganggap bahwa Pirlo memang sudah cukup tua dan tak layak bermain di Juve. Namun, fakta mengatakan sebaliknya. Tahun pertama Andre Pirlo berseragam Juventus menjadi tahun pertama juga bagi Juve memenangkan scudetto sejak terdegradasi ke Serie B di tahun 2006. Bahkan, scudetto pertama ini menjadi semakin manis karena Juve menjadi juara setelah tidak mengalami satu kekalahan pun. Siapa aktor penting di fase titik balik Juve yang sarat dengan kesuksesan itu? Tentu saja, Andrea Pirlo, yang telah dikatakan habis oleh AC Milan.

Lalu di tahun 2012 seorang anak muda asal Prancis datang setelah dinilai oleh klub sebelumnya, Manchester United, belum cukup siap bermain di level tim inti. Bahkan, MU melepas pemain ini secara cuma-cuma alias gratis.

Ya, pemain itu adalah Paul Labile Pogba. Tidak banyak yang tahu siapa bocah ini ketika pertama kali menginjakkan kakinya di Juventus Stadium. Tapi hal itu tidak berlau bagi Beppe Marotta. CEO Juventus tersebut tahu akan potensi Pogba. Marotta tahu bahwa Paul Pogba akan menjadi bintang besar yang sangat berharga.

Seperti yang kita tahu, tidak butuh waktu lama bagi Pogba bisa menembus skuat utama Juventus dan menyita perhatian dunia. Penampilannya yang impresif membuat tim-tim besar di Eropa melirik kemampuannya. Tiga tahun berselang, Manchester United yang memberikan Pogba secara cuma-cuma ke Juventus harus menebus Paul Pogba seharga 100 juta euro guna memiliki Pogba kembali. Di tahun itu transfer Paul Pogba menjadi transfer dengan harga termahal sepanjang sejarah.

Lalu di tahun ini, Beppe Marotta kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai nahkoda jempolan laju Juve di bursa transfer. Juventus, lewat Marotta, sukses menggoda Emre Can agar tidak memperpanjang kontrak bersama klub Emre sebelumnya, Liverpool. Alhasil Emre Can menjadi pemain berkualitas ke-sekian yang datang ke Juve dengan status bebas transfer alias gratisan. Padahal, di umur yang sedang matang-matangnya ini, Emre Can bisa saja dibanderol Liverpool paling tidak seharga di atas 50 juta euro. Tapi sekali lagi, Juventus mampu memiliki Emre Can tanpa memberi upeti yang mahal untuk Liverpool.

Baca Juga: Selamat Datang di Panti Jompo Juventus, Cristiano Ronaldo!

Irit Tetapi Tidak Pelit

Kendati banyak memiliki pemain yang datang dengan status bebas transfer, bukan berarti Juventus adalah tim yang pelit; alih-alih miskin. Beppe Marotta adalah sosok yang teliti dalam memilah-milah pemain yang akan dibeli. Jika dirasa pemain itu benar-benar dibutuhkan Juve, Marotta tak akan segan membayark harga berapapun untuk mendatangkan pemain yang diincar tersebut.

Musim panas dua tahun lalu adalah buktinya. Saat itu Juve merasa bahwa lini depan mereka kurang tajam. Kemudian Juve melihat figur Gonzalo Higuain (saat itu masih bermain di Napoli) sebagai sosok yang paling pantas untuk menempati posisi nomor 9 di Juve.

Sangat ingin memilikinya, Juventus tak segan-segan untuk membayar klausul 90 juta euro yang ada di kontrak Higuain bersama Napoli. Nilai transfer yang cukup mahal itu sempat menjadi rekor belanja terbesar Juve untuk satu orang pemain sebelum dikalahkan oleh nilai transfer Cristiano Ronaldo dari Real Madrid ke Juventus tahun ini.

Biaya yang mahal itu terbayarkan oleh penampilan gemilang Higuain di dua musim bersama Juventus. Sejauh ini Higuain telah mampu mengantarkan Juve juara Serie A 2x, Coppa Italia 2x, Supercup Italia 2x, dan runner-up UCL.

Lalu, Cristiano Ronaldo! Memang untuk memiliki pemain yang sudah berusia 33 tahun ini Juve membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Juve harus merogoh kocek sebesar 112 juta euro untuk dibayarkan kepada Real Madrid. Belum lagi Juventus harus menanggung beban gaji Ronaldo yang mencapai angka 30 juta euro per tahun.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Datang, Bagaimana Nasib Pemain Juventus Lainnya?

Akan tetapi, Juventus melalui Beppe Marotta melihat transfer ini dari sudut pandang lain. Mendatangkan brand sebesar Cristiano Ronaldo tentu juga akan meningkatkan brand dan image yang dimiliki Juventus. Bahkan, saat transfer Ronaldo dari Real Madrid ke Juve baru sebatas rumor, nilai saham Juventus sudah naik hingga sekitar 34 persen.

Meskipun mahal, namun Juventus memandang kedatangan CR7 sebagai investasi yang terjamin. Di dalam lapangan, hadirnya Cristiano Ronaldo diharapkan mampu memperkuat mental Juventus saat berlaga di ajang Eropa. Persoalan mental ini yang seringnya menjadi masalah Si Nyonya Tua belum berhasil sukses di kancah Eropa. Kedatangan Ronaldo tentu saja akan membuat peruntungan Juve di Eropa menjadi berbeda.

View this post on Instagram

@cristiano #CR7JUVE

A post shared by Juventus Football Club (@juventus) on

Jagonya Dapat Diskonan

Jago dapat pemain gratis, jago mengamati pemain yang cocok, ternyata juga jago dalam mendapat pemain diskonan, memang jenius betul Don Marotta ini.

Pemain-pemain bagus berhasil didapatkan Marotta dengan harga yang miring. Sebut saja misalnya proses transfer Mattia Perin ke Juve. Mantan kapten Genoa yang digadang-gadang dapat meneruskan panji Gianluigi Buffon ini datang ke Juve hanya dengan mahar 12 juta euro.

Lalu Miralem Pjanic. Pemain yang sebelumnya menjadi pilar kunci klub AS Roma ini dibeli Juve hanya dengan harga 32 juta euro. Belum lagi nilai transfer yang cukup murah dari bintang Juve saat ini, Paulo Dybala. Dibeli dari Palermo, Juventus mendaratkan Dybala di Allianz Stadium hanya dengan harga yang sama dengan Pjanic yaitu 32 juta euro.

Baca Juga: 5 Fakta King Kobra yang Wajib Kamu Ketahui

Salah Satu Tim Kaya Saat Ini

Bagaimana bisa Juventus disebut klub panti jompo kalau Juventus adalah salah satu dari sedikit klub yang memiliki stadion sendiri di Italia. Tahun ini saja, Juventus telah meresmikan lingkungan olahraga milik mereka sendiri yang baru.

Lingkungan tersebut bernama J-Village. Di dalam J-Village yang baru ini akan ada hotel (J-Hotel), sekolah (J-School), toko official (J-Store), Media Center, Concept Store, dan tentu saja tak ketinggalan adalah fasilitas tempat latihan baru bagi skuat utama Juventus.

Dilansir dari Business Insider, saat ini Juventus bertengger di posisi ke-10 daftar klub paling kaya di dunia; nomor satu di Italia. Beberapa pihak memprediksi bahwa dengan kedatangan Cristiano Ronaldo ke Turin, Juventus berpeluang untuk menyalip posisi Arsenal yang saat ini bertengger di nomor 5 daftar klub paling kaya di dunia.


Penulis : Swara Mardika
Editor    : Swara Mardika