Letusan Gunung Agung
Letusan Gunung Agung @twitter/@Sutopo_BNPB

MALANGTODAY.NET Terjadinya erupsi pada Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali menyita banyak perhatian dari berbagai pihak. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) salah satu yang menyoroti letusan yang telah beberapa kali terjadi itu.

Dilansir dari Express.co.uk melalui HiTekno, para peneliti NASA menyebutkan bahwa letusan Gunung Agung ini mampu selamatkan Bumi dari perubahan iklim.

Dalam penelitiannya, NASA menemukan bahwa bahan kimia yang dilepaskan ke atmosfer rupanya mampu digunakan untuk melawan perubahan iklim yang terjadi.

Sepintas, letusan Gunung Agung tidak berbeda jauh dengan beberapa gunung api lainnya. Namun letusan Gunung Agung ternyata memiliki keunikan tersendiri hingga membuat para peneliti begitu tertarik untuk meneliti lebih jauh.

Pada dasarnya, saat gunung api mengalami letusan yang besar, akan terjadi musim dingin vulkanik yang membuat perubahan iklim drastis.

Untuk melancarkan penelitiannya, para peneliti berencana untuk menerbangkan balon berisi perangkat teknologi untuk mengukur dampak letusan tersebut ke atmosfer Bumi.

Jika letusan Gunung Agung nanti sama dengan letusan pada tahun 1963, maka sudah dipastikan jika gunung ini mampu memompa belerang dioksida dengan jumlah besar ke atmosfer.

Saat fenomena tersebut terjadi, sayangnya lapisan ozon Bumi akan rusak sebelum kemudian menciptakan efek pendinginan pada Bumi.

Walaupun letusan Gunung Agung sangat memungkinkan untuk selamatkan Bumi dari perubahan iklim, namun mengenai kapan letusan besar ini terjadi masih belum diketahui. (HAM)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.