Langgar 5 Peraturan Adat Ini Maka Kamu Akan Celaka, Nomor 5 Bikin Tekor
Masyarakat Suku Dayak @Tirto

MALANGTODAY.NET – Indonesia dikenal memiliki jutaan ragam adat dan masyarakat yang berbeda. Kekayaan itu beberapa masih ada yang tersembunyi. Ada juga masyarakat adat yang masih menganut cara hidup yang diwariskan oleh nenek moyang mereka.

Pepatah juga mengatakan bahwa di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Pepatah itu juga sangat berlaku apabila kita sedang mengunjungi daerah-daerah yang masih kental dengan peraturan adatnya.

Baca Juga: Link Streaming Laga Panas Timnas U-16 Kontra Malaysia di Sini!

Nih, bagi yang gemar travelling, ada baiknya kamu simak 5 adat masyarakat yang pantang untuk dilanggar dilansir dari Hipwee.com. Baca baik-baik ya daripada ketidaktahuanmu berakibat celaka bagimu.

  1. Sesajen di Bali

Bali memang terkenal sebagai destinasi wisata favorit di Indonesia. Baik wisatawan asing maupun turis lokal setiap tahunnya membali pulau Bali.

Baca Juga: Terharu, Pemain Ganteng Timnas U-16 Ini Nyanyikan Indonesia Raya Sambil Menangis

Langgar 5 Peraturan Adat Ini Maka Kamu Akan Celaka, Nomor 5 Bikin Tekor
Sesajen di Bali @ Pegi Pegi

Nah, jika mengunjungi Bali pasti tidak asing dengan sesajen. Sesajen adalah persembehan bagi para Dewata. Jika sedang berada di Bali, sesajen-sesajen akan dengan mudah ditemui di area pantai, teras rumah, serta di depan toko dan penginapan.

Menurut kepercayaan masyarakat Bali, sangat tabu jika mengusik sesajen yang dipersembahkan untuk ritual. Kalau sampai kamu mengusik atau bahkan memakan sesajen, bukan tidak mungkin cepat atau lambat kamu akan tertimpa musibah.

  1. Habiskan Nasi di Papua

Bagi masyarakat yang tinggal di Jawa contohnya, nasi adalah makanan pokok sehari-hari yang mudah ditemui dimanapun. Tapi hal tersebut tidak berlaku di Papua.

Makanan pokok orang Papua adalah sagu. Untuk memiliki nasi, mereka harus bekerja ekstra keras. Jika kamu kebetulan sedang berkunjung ke rumah penduduk Papua, mereka tetap akan menyediakan sang tamu dengan nasi.

Langgar 5 Peraturan Adat Ini Maka Kamu Akan Celaka, Nomor 5 Bikin Tekor
Ilustrasi masyarakat Papua @ Kompasiana

Baca Juga: 5 Makanan Ini Nggak Baik Buat Sarapan! Nomor 4 Makanan Sejuta Umat

Tapi, kamu harus menghabiskan nasi yang telah disuguhkan sampai tandas. Jangan sisakan sedikitpun butir nasi agar tidak menyinggung perasaan penduduk Papua.

  1. Jangan ke Pulau Komodo saat Sedang Menstruasi
Baca Juga  Horor Banget, Jangan Injak Sesajen di Bali Kalau Gak Mau Ini Terjadi

Sebenarnya kalau yang ini larangannya untuk alasan yang lebih logis kok. Komodo dikenal sebagai hewan yang memiliki indra penciuman sangat kuat. Sebagai makhluk pemakan bangkai, komodo memiliki penciuman yang sangat sensitif terhadap bau darah.

Baca Juga: Bursa Cawapres 2019: Mahfud MD Menguat, Bagaimana Nasib Cak Imin?

Langgar 5 Peraturan Adat Ini Maka Kamu Akan Celaka, Nomor 5 Bikin Tekor
Pulau Komodo @ Kompas

Kalau ada yang nekat, bukan tidak mungkin orang nekat tersebut akan dikejar-kejar oleh komodo. Selain menstruasi, pengelola Pulau Komodo juga tidak menganjurkan pengunjung menggunakan baju dengan warna merah yang mencolok.

Asal kamu menaati peraturan, kamu bisa menikmati keindahan Pulau Komodo dengan tenang dan nyaman.

  1. Rumah Adat Masyarakat Sumba

Ketika kamu berkunjung ke daearah Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), kamu masih akan menemukan rumah-rumah adat dalam jumlah yang banyak. Rumah adat masyarakat sumba ini berbentuk panggung, terbuat dari kayu, bambu, dan ilalang. Rumah adat ini disebut dengan Uma.

Apabila kalian memiliki kesempatan untuk masuk ke dalam rumah Una ini, pastikan kalian benar-benar memperhatikan setiap langkah kalian. Jangan sampai kalian jatuh terpleset di rumah ini.

Langgar 5 Peraturan Adat Ini Maka Kamu Akan Celaka, Nomor 5 Bikin Tekor
Rumah adat masyarakat Sumba @ Phinemo

Pasalnya kalau sampai tamu yang terjatuh di dalam rumah Una, bukan si tamu yang kena repot dan sial. Tapi si pemilik rumah itu sendiri.

Baca Juga: Ngeri Atau Ngawur, Roy Kiyoshi Prediksi Bencana Alam Indonesia 7 Bulan Lalu?

Dilansir dari Hipwee.com, menurut adat Sumba, jika ada tamu yang terjatuh di rumah tersebut, maka tuan rumah wajib memotong babi untuk menebus rasa malu.

  1. Menabrak Anjing Masyarakat Dayak

Suku Dayak merupakan suku yang cukup tersohor di Indonesia. Selain pandangan hidup, Dayak juga dikenal memeiliki peraturan adat yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun. Salah satu contohnya adalah peraturan bagi siapa saja yang menabrak anjing di kawasan teritorial Dayak.

Langgar 5 Peraturan Adat Ini Maka Kamu Akan Celaka, Nomor 5 Bikin Tekor
Masyarakat Suku Dayak @ Tirto

Baca Juga: Video Ashanty Hampir Kecebur Saat Sesi Pemotretan di Air Terjun

Siapapun yang menabrak anjing di sana akan dikenakan sanksi adat. Sanksi adat itu berupa denda. Untuk setiap anjing betina yang tertabrak, adat Dayak mewajibkan pelakunya untuk membayarkan denda seharga Rp 1 juta per satu puting susu yang dimiliki oleh anjing yang tertabrak itu. Karenya penabrak bisa dikenai dendan mencapai Rp 6 juta.

Baca Juga  Horor Banget, Jangan Injak Sesajen di Bali Kalau Gak Mau Ini Terjadi

Sedangkan untuk anjing jantan, harga denda yang dibayarkan bisa menyentuh angka dua kali lebih banyak daripada ketika menabrak anjing betina.


Penulis: Swara Mardika
Editor: Swara Mardika

Loading...