Ilustrasi sedang berada di rumah angker (GEEQ(dot)id)
Ilustrasi sedang berada di rumah angker (GEEQ(dot)id)

MALANGTODAY.NET – Kamu pernah mendapat peringatan lisan untuk tidak membicarakan hantu di tempat angker? Kira-kira apa ya alasannya? Bukankah membicarakannya di tempat angker itu malah lebih seru?

Ternyata hal ini berkaitan dengan makna hantu yang dipercaya di Indonesia. Menurut Direktur Pusat Kajian Representasi Sosial, Risa Permanadeli, hantu dimaknai sebagai bagian dari tatanan sikap dan kepercayaan yang memengaruhi perilaku kehidupan sehari-hari.

The unseen (makhluk halus) itu selalu ada (di setiap kebudayaan). Bermacam-macam dan tempatnya berbeda-beda. Hal tersebut tidak seharusnya dilihat sebagai hal negatif,” ujar Risa dilansir dari Vice.com (4/9/2017).

Dalam kebudayaan lokal, keberadaan makhluk halus bahkan dihormati. Hal ini ditunjukkan dengan sikap untuk tidak membicarakan mereka secara terbuka apalagi melecehkan mereka.

Jika ditelisik menurut budaya Jawa, makhluk halus diyakini sebagi entitas leluhur yang tidak boleh disinggung. Hal ini kemudian memunculkan istilah “sing baurekso” yang artinya mereka yang berkuasa di suatu tempat. Salah satu hal untuk hidup damai dengan makhluk halus yaitu dengan tidak membicarakan mereka yang tak kasat mata.

Selain tidak membicarakan mereka, ketika kita mengunjungi tempat baru juga diwajibkan untuk menghormati tempat tersebut. Dalam artian harus sopan dan menjaga tutur kata.

Dipercaya, jika kita melanggar keseluruhan hal tersebut maka sesuatu yang buruk akan menimpa. Itulah tradisi yang diwariskan secara turun-temurun hingga kini agar tidak ada kejadian buruk menimpa.

“Hal tersebut sudah ditransmisikan dari generasi ke generasi jadi tidak dipertanyakan lagi,” pungkasnya.


Penulis: Almira Sifak
Editor: Almira Sifak

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.