Ilustrasi letusan Gunung Krakatau pada 1883 @ Liputan 6
Ilustrasi letusan Gunung Krakatau pada 1883 @ Liputan 6

MALANGTODAY.NET Gunung Krakatau pernah meletus dahsyat pada tahun 1680. Sisa dari besarnya letusan tersebut bahkan membentuk beberapa gunung atau istilahnya anak Krakatau.

Anak Gunung Krakatau terletak di antara gugusan kepulauan vulkanik ini berada di Selat Sunda antara Pulau Jawa dan Sumatera. Lokasi itu kini menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi.

Gunung yang memiliki luas sekitar 320 hektare tersebut merupakan salah satu destinasi wisata favorit bagi pendaki gunung. Eksotisme bentangan alam, dan masih aktifnya gunung tersebut menjadi daya tarik tersendiri.

Meski menyimpan banyak keindahan, Gunung Anak Krakatau menyimpan banyak kisah mistis dibaliknya. Melansir dari laman Keepo.me suara ramai sering terdengar di malam hari layaknya pasar. Padahal, saat itu tidak ada orang sama sekali.

Di suasana yang juga sepi, beberapa pendaki dan masyarakat sekitar juga sering mendengar suara dagelan dan wayang.

Hewan-hewan yang tidak lazim kerap kali menampakan dirinya kepada masyarakat di sekitaran Gunung Anak Krakatau. Seperti kadal dan burung dengan ukuran yang sangat besar.

Benar atau tidaknya itu dikembalikan kepada masing-masing pribadi. ZensTODAY bisa membuktikkannya sendiri ke sana. Namun seperti yang diketuhi belakangan situasi Gunung Anak Krakatau sedang tidak kondusif. Kabar terbaru, BMKG saat ini menetapkan Gunung Anak Krakatau kini dalam status siaga (level III).

Kalaupun situasi mulai kondusif, pendaki harus terlebih dahulu mendapatkan izin khusus dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat, yakni Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (Simaksi). Setelah mendapatkan izin, barulah mereka dapat memulai pendakiannya.


Penulis: Ilham Musyafa
Editor: Ilham Musyafa

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.