Kalimat Terakhir Pembunuh Ini Bikin Merinding Sebelum Dieksekusi Mati
Edmund Zagorski @ The Daily Beast

MALANGTODAY.NET – Setelah hidup di penjara selama 34 tahun menunggu hukuman mati di penjara Tenessee, Amerika Serikat, Edmund Zagorski (63) akhirnya dieksekusi mati menggunakan kursi listrik pada hari, Kamis (5/11/2018).

Edmund Zagorski merupakan seorang tahanan atas kasus pembunuhan dan penembakan terhadap dua orang di tahun 1983 silam. Setelah menembaki pada saat itu, Zagorski juga menggorok leher kedua korban.

Baca Juga: Prediksi Bencana Alam Hingga Pesawat Jatuh, Roy Kiyoshi Bener Sakti?

Hukuman mati dengan menggunakan kursi listrik merupakan pilihan Zagorski sendiri. Menurutnya, meninggal dengan cara ini akan lebih cepat dan tidak menyakitkan.

Di Tenessee sendiri, baru satu kali kursi listrik digunakan untuk mengeksekusi terpidana mati, dan hal itu telah terjadi pada tahun 2007 silam.

Saat dieksekusi, entah pasrah atau memang telah siap, kata-kata terakhir Zagorski membuat para algojo dan saksi yang hadir tercengang.

Baca Juga: Ingin Berdikari, Prabowo Janjikan Tak Ada Impor Jika Jadi Presiden

Lets’rock! ayo lakukan,” kata terakhir yang diucapkan oleh Edmund Zagorski.

Tak hanya ucapan tersebut, saat detik-detik menjelang eksekusi matinya, Zagorski juga menampakkan wajah sumringah dan senyum yang terlihat sangat bahagia.

Zagorski juga meminta menu makanan aneh sebagai kudapan terakhir di penghujung hayatnya. Jika biasanya para terpidana mati lainnya hanya meminta steak, pizza, atau ayam goreng.

Sedangkan Zagorski, sebelum ajal ia meminta untuk disediakan acar kuku dan buntut babi sebelum dieksekusi mati.

Baca Juga: Anggap Pidato Prabowo Nyinyir, Bupati Boyolali Ikut Aksi

Di Tenessee, para terpidana mati yang didakwa sebelum tahun 1999 memang diperbolehkan untuk memilih cara eksekusi mati menggunakan kursi listrik. Tenessee merupakan satu dari enam wilayah di Amerika Serikat yang masih menggunakan cara ini.


Penulis: Swara Mardika
Editor: Swara Mardika

Loading...