Jelang Pilpres 2019, 5 Film Korea Ini Tambah Wawasanmu Soal Politik Elektoral
Cuplikan dari film Inside Men @ Youtube

MALANGTODAY.NET – Pertarungan politik elektoral Indonesia sudah memasuki babak-babak baru. Sinyal tersebut tampak setelah dua capres Pilpres 2019 mengumumkan cawapresnya beberapa hari yang lalu. Prabowo memilih Sandiaga Uno sebagai pasangannya. Sedangkan Jokowi menggandeng Ketua MUI, Ma’aruf Amin.

Dari sudut pandang lain, pertarungan elite politik ini menjadi konsumsi masyarakat berbagai kalangan. Tak terkecuali masyarakat Indonesia yang mencintai film-film Korea.

Sekilas memang tidak ada hubungannya, sih. Tapi ternyata beberapa film Korea tidak selalu menyajikan kisah drama percintaan yang menguras air mata, lho.

Baca Juga: Miris, Tak Lagi Terpakai, Kondisi Artis Ini Kini Memprihatinkan!

Dilansir dari situs Voxpop.id, ada beberapa film Korea yang dapat menggambarkan beberapa situasi politik yang rumit dan terkadang bikin geregetan itu.

Nah, seru juga kan belajar memahami situasi politik lewat film-film Korea. Sambil menambah wawasan, kita juga bisa menikmati jalan cerita yang diperankan oleh aktor dan artis yang ganteng dan cantik khas Negeri Ginseng itu.

Apa aja sih filmnya? Yuk kita intip di bawah ini.

  1. The True Beneath (2016)

Yang pertama ada film The True Beneath. Film ini menyajikan kisah cerita sejumlah komentar sosial mengenai kekejaman dunia remaja, korupsi dan imoralitas politik.

Ide utama yang coba dipersembahkan oleh film ini adalah pesan bahwa ‘semua orang berbohong’.

Baca Juga: KH Ma’ruf Amin Cawapres, Begini Tanggapan Laskar Santri di Malang

Film ini juga menyajikan tokoh karakter pemain dengan latar belakang seseorang yang mencalonkan diri dalam suatu pemilihan.

  1. The King (2017)

Selanjutnya ada film The King. Film ini bercerita tentang seorang jaksa muda yang mempunyai motivasi dan durungan ketidakadilan yang ia rasakan sejak kecil.

Dari film ini, kita dapat sedikit mengetahui tentang pola hukum yang melibatkan elite politik. Kegiatan ‘lobi-lobian’ hingga saling jegal antara lawan politik disuguhkan dengan apik oleh film ini.

Baca Juga: Ngeri Atau Ngawur, Roy Kiyoshi Prediksi Bencana Alam Indonesia 7 Bulan Lalu?

  1. The Mayor (2017)

Dari judulnya saja kita bisa langsung mengerti jika film ini pasti akan bercerita tentang pemerintahan. Drama soal dinamika politik elektoral yang sering kita jumpai di Indonesia tersaji dalam film The Mayor.

Bagaimana seorang wali kota yang telah menjabat dua periode ingin mencalonkan diri lagi. Kemudian ia harus dioposisi oleh ketua partai yang menaunginya sendiri. Tak susah bagi kita untuk menganalogikan pembabakan di film ini dengan situasi politik yang kerap terjadi di Indonesia.

Baca Juga: Inilah 5 Stuntman yang Tewas saat Jalani Syuting! Ih, Ada yang Tewas Seketika

Dilansir dari tulisan Arif Abdurahman yang diunggah di Voxpop.id, film ini mengikuti karir dan kehidupan tokoh utama sejak awal kampanye hingga hari pemilihan sang wali kota.

Secara garis besar film ini berkisah tentang konflik, konspirasi, dan korupsi di lingkungan sekitar wali kota yang melibatkan penghianatan, pemerasan, narkoba, pembunuhan, prostitusi, bunuh diri, dan pencurian.

  1. Inside Men (2015)

Dari film-film lain yang menjadi rekomendasi di sini, film Inside Men inilah yang memiliki unsur anarkisme paling kental. Konflik yang dibangun sepanjang cerita pun cukup seru.

Seorang preman kampung bergabung dengan salah satu antek politik. Kemudian ia merasa dikhianati karena dijatuhkan oleh sang politikus kejam. Karakter ini harus beradu peran dengan tokoh seorang penyidik idealis yang kemudian jengah dengan situasi pemerintahan di Korea Selatan lalu memutuskan menjadi seorang jaksa.

Baca Juga: Terharu, Pemain Ganteng Timnas U-16 Ini Nyanyikan Indonesia Raya Sambil Menangis

Keduanya mencoba untuk memutuskan lingkaran setan perpolitikan di Korea Selatan. Mereka ingin menghancurkan sirkel konglomerat, politikus, dan redaktur koran nasional yang memonopoli kekuasaan.

  1. Socialphobia (2014)

Yang terakhir di daftar rekomendasi ini adalah film Socialphobia. Sebenarnya film ini tidak terlalu terkait dengan politik elektoral.

Baca Juga: Tadi Sore Malang Diguncang Gempa Bumi Lagi, Ini Himbauan BMKG Untuk Warga

Film ini berangkat dengan mengisahkan sisi gelap dari media sosial. Socialphobia merupakan pengejawantahan praktek politik praktis yang semakin merambah dunia media sosial.

Melalui film ini penonton akan diajak menyelami seluk beluk keruwetan hubungan politik dan media sosial.


Penulis : Swara Mardika
Editor    : Swara Mardika