Inilah 5 Kisah Cinta Pejuang Kemerdekaan, Dari Romantis Hingga Memilukan
Bung Tomo dan Sulistina bersama anak mereka @Dok. Perputakaan Nasional

MALANGTODAY.NET – Cerita tentang masa penjajahan dan perjuangan tidak melulu menceritakan kisah-kisah heroik dari para pejuang. Di balik cerit perlawanan ada pula kisah-kisah romantis dari para pahlawan bangsa ini. Melansir Dejabar.id, berikut ini adalah kisah cinta para pejuang kemerdekaan yang romantis sekaligus memilukan di jaman penjajahan.

Bung Tomo

Kisah cinta Bung Tomo dengan Sulistina sangatlah romantis. Konon katanya Bung Tomo jatuh hati pada Sulistina pada pandangan pertama. Setelah menikah keduanya diceritakan menghabiskan waktu berdua dengan melihat film di bioskop. Keduanya suka berjalan berdua sambil menceritakan banyak hal dan tertawa bersama. Setelah Bung Tomo meninggal Sulistina baru mengetahui bahwa suaminya itu selalu membawa foto dirinya di dalam dompet. Di balik foto tersebut tertulis ‘iki bojoku’ yang artinya, ‘ini isteriku’. Duh, romantis banget ya zens!

Baca Juga: Monumen Kemanunggalan, Sinergi Rakyat dan TNI Wujudkan Kemerdekaan

Bung Hatta

Pernikahan Bung Hatta dan Rahmi atau yang lebih dikenal dengan naa Yuke sangatlah istimewa. Pasalnya selain Bung Karno sendiri yang melamarkan Yuke untuk Hatta, mas kawin yang digunakan dalam pernikahannya pun sangatlah unik dan berbeda. Bung Hatta menggunakan buku yang ditulisnya sendiri sebagai mas kawin. Buku dengan judul Alam Pikiran Yunani ini mengisahkan kehidupan Bung Hatta di masa-masa sulitnya. Pasangan ini juga memiliki jarak usia yang sangat jauh, yaitu sekitar 24 Tahun. Meski begitu mereka bisa menjalai kehidupan bersama dengan romantis.

Jenderal Soedirman

Dalam buku Sedirman & Alfiah Kisah-Kisah Romantis Panglima Besar Jenderal Soedirman karya E. Rokajat Asura, Jenderal Soedirman begitu mengasihi sang isteri, Siti Alfiah. Soedirman selalu memikirkan anak dan isterinya bahkan di medan perang sekalipun. Ia juga dikisahkan memberikan sebuah bungkusan berisi beberapa dus bedak dan pakaian baru. Siti Alifah pun dikisahkan sebagai seorang isteri yang begitu mengasihi dan mendukungJenderal Soedirman. Ia bahkan rela menjual perhiasan pemberian orang tuanya untuk ongkos Soedirman di medan perang. Hingga akhir hayatnya, Siti Alfiah menyimpan sebuah jepit rambut yang dulu diberikan Soedirman padanya. Wah, benar-benar mengharukan ya, Zens.

Baca Juga: Banyak Cewek Bule Kesengsem Sama Cowok Indonesia, Ini Alasannya!

Daan Mogot

Hadjari Singgih adalah kekasih setia dari Mayor Daan Mogot. Meski belum sempat menikah dan membina rumah tangga, kisah kedua insan ini sangatlah memilukan. Daan Mogot yang gugur dalam usia belasan meninggalkan Hadjari Singgih dalam kesedihan yang mendalam. Hadjari Singgih diceritakan memiliki rambut panjang yang indah. Saat pemakaman sang kekasih, Hadjari memutuskan memotong rambutnya dan menguburnya bersama jasad Daan Mogot. Ia juga berjanji tak akan pernah memanjangkan rambutnya lagi.

Cut Nyak Meutia

Inilah kisah cinta pejuang kemerdekaan yang paling memilukan. Cut Nyak Meutia harus ditinggal mati sang suami saat anak pertama mereka baru saja lahir. Teuku Cik Tunang ditangkap saat berjuang melawan penjajah dan dijatuhi hukuman mati. Sehari sebelum eksekusi, Cut Nyak Meutia mengunjungi sang suami bersama buah cinta mereka. Di pertemuan terakhir mereka itu, Teuku Cik Tunang meminta isterinya untuk menikahi Pangeran Nagroe, salah satu karibnya. “Saya berjanji, saya akan mematuhi wasiatmu, demi cintaku padamu, demi sayangku pada putera kita, Raja Sabi dan demi keyakinanku akan meneruskan perjuangan melawan Belanda, sepeninggalanku kelak.” Ucap Cut Nyak Meutia. Benar-benar cinta sejati ya Zens.

Penulis : Kistin Septiyani
Editor : Kistin Septiyani

Loading...