Ilustrasi cabang olahraga non olimpik Jet Ski @ Asian Games 2018

MALANGTODAY.NET – Asian Games 2018 resmi dibuka, Sabtu (18/8) malam. Asian Games yang dihelat di Jakarta, Indonesia kali ini mempertandingkan 40 cabang olahraga.

Dari 40 cabang olahraga yang dipertandingkan, setidaknya ada 37 cabang olahraga olimpik yang telah umum dipertandingkan di berbagai ajang, termasuk Olimpiade. Sedangkan, ada 8 cabang non olimpik yang beberapa di antaranya masih asing di telinga.

Apa saja sih kedelapan cabang non olimpik tersebut? Yuk, sedikit berkenalan dengan cabang-cabang itu di bawah ini.

Baca Juga: Yuk! Mengenang Perjuangan Pahlawan yang Diabadikan Nama Jalan di Malang

  1. Boling
Hayo, Udah Pada Tahu Belum 8 Cabang Non Olimpik Asian Games 2018 Ini?
Ilustrasi cabang olahraga non olimpik Boling @ Asian Games 2018

Meskipun tidak banyak yang memainkan permainan ini, tapi olahraga boling sudah cukup dikenal di kalangan masyarakat. Boling sendiri merupakan olahraga yang bersifat rekreasi yang banyak tersedia di kota-kota besar.

Olahraga ini memerlukan ketepatan bowler untuk menjatuhkan target berbentuk 10 botol yang disebut pin, menggunakan sebuah bola berat yang terbuat dari resin.

Baca Juga: Dijamin Asyik, Ini 10 Destinasi Wisata yang Wajib Kamu Kunjungi Saat di Probolinggo

Boling mulai dilombakan di Asian Games VIII Bangkok tahun 1978. Sempat absen di ajang Asian Games New Delhi tahun 1962, dan Beijing tahun 1990, boling terus dilombakan hingga saat ini.

Terdapat 6 kategori perlombaan untuk pria dan wanita: perorangan, ganda, trio, regu 5 orang, all events, dan master.

  1. Bridge atau Permainan Kartu
Hayo, Udah Pada Tahu Belum 8 Cabang Non Olimpik Asian Games 2018 Ini?
Ilustrasi cabang olahraga non olimpik Bridge @ Asian Games 2018

Permainan kartu memang sangat populer di Asia. Di Indonesia sendiri, terdapat beragam jenis dan model permainan kartu yang populer di kalangan masyarakat.

Mulai dari poker, remi, samhong, dan lain sebagainya.

Untuk pertama kalinya di Asian Games 2018, olahraga rekreasi Bridge atau Permainan Kartu dipertandingkan secara resmi.

Baca Juga: Asyik dengan Asian Games 2018, Berapa Peringkat Indonesia di FIFA?

Untuk ajang Asian Games kali ini, Bridge dimainkan oleh 4 orang. Cara bermain kartu Bridge sekilas hampir sama dengan cara bermain kartu remi yang telah banyak dikenal masyarakat. Namun, cabor Bridge lebih membutuhkan kemampuan berpikir, daya ingat, karakter kuat, dan ketajaman akal.

  1. Sofbol
Hayo, Udah Pada Tahu Belum 8 Cabang Non Olimpik Asian Games 2018 Ini?
Ilustrasi cabang olahraga non olimpik Sofbol @ Asian Games 2018

Cabang olahraga sofbol merupakan perkembangan dari olahraga baseball. Cara dan peraturan permainan softball memang serupa dengan baseball. Yang membedakan adalah bentuk lapangan permainan dan alat permainan yang digunakan.

Softbol lahir di Amerika Serikat diciptakan oleh George Hancock di Kota Chicago pada tahun 1887 silam.

Baca Juga: 5 Tempat Pesugihan Paling Populer di Jawa

  1. Kabaddi
Hayo, Udah Pada Tahu Belum 8 Cabang Non Olimpik Asian Games 2018 Ini?
Ilustrasi cabang olahraga non olimpik Kabaddi @ Asian Games 2018

Namanya begitu asing bukan? Kabbadi adalah olahraga tradisional yang berasal dari negara India.

Permainan yang mengutamakan kontak fisik ini dimainkan 2 tim beranggotakan 7 orang. Terdapat perbedaan ukuran lapangan untuk kategori pria dan wanita; 10 x 13 m untuk lapangan pria dan 8 x 12 m untuk lapangan wanita.

Olahraga ini mulai dimainkan di Asian Games XI Beijing tahun 1990. India selalu keluar sebagai juara di kategori pria dan wanita.

Baca Juga: Ingin Mancung Alami Tanpa Oplas atau Filler? Yuk Intip Caranya!

  1. Martial Arts atau Seni Bela Diri Campuran
Hayo, Udah Pada Tahu Belum 8 Cabang Non Olimpik Asian Games 2018 Ini?
Ilustrasi cabang olahraga non olimpik Kurash @ Asian Games 2018

Martial arts atau seni bela diri campuran ini merupakan kumpulan dari beragam seni bela diri dari berbagai jenis. Di dalamnya terdapat Jujitsu, Kurash, Pencak Silat, Sambo, dan Wushu.

Dari beberapa jenis martial arts yang diperlombakan tersebut, mungkin yang masih asing di telinga masyarakat Indonesia adalah Kurash.

Kurash merupakan seni beladiri tradisional Uzbekistan yang menyerupai gulat. Terdapat 3 sistem penilaian di kurash, yaitu Halal, Yambosh, dan Chala.

Baca Juga: Sambut Iduladha Dengan Puasa Tarwiyah dan Arafah, Ini Keutamaannya

Halal adalah saat atlet kurash bisa memukul punggung lawan. Yambosh adalah Halal yang tidak sempurna, 2 Yambosh bernilai sama dengan 1 Halal. Sedangkan Chala adalah bentuk Yambosh yang tidak sempurna. Kurash baru pertama kali dilombakan di Asian Games.

  1. Mechanical Sports
Hayo, Udah Pada Tahu Belum 8 Cabang Non Olimpik Asian Games 2018 Ini?
Ilustrasi cabang olahraga non olimpik Paralayang @ Asian Games 2018

Selanjutnya ada cabang olahraga Paralayang dan Jet Ski yang masuk ke dalam kategori mechanical sports. Kedua cabang olahraga ini sebelumnya tergolong olahraga rekreasi.

Namun untuk ajang Asian Games 2018, untuk pertama kalinya Paralayang dan Jet Ski berkesempatan untuk diperlombangkan sebagai cabang olahraga non olimpik.

  1. Squash
Hayo, Udah Pada Tahu Belum 8 Cabang Non Olimpik Asian Games 2018 Ini?
Ilustrasi cabang olahraga non olimpik Squash @ Asian Games 2018

Olahraga ini merupakan bentuk perkembangan baru dari olahraga tenis. Dimainkan di dalam ruangan berbentuk persegi, Squash adalah olahraga yang dimainkan 2 atau 4 orang (ganda) menggunakan raket.

Baca Juga: 4 Kasus Pembakaran Tempat Ibadah di Indonesia, Nomor 2 Parah Banget!

Pemain harus memantulkan bola ke dinding lawan. Squash di Asian Games menggunakan sistem penilaian rally point. Olahraga ini pertama ditampilkan di Asian Games XIII Bangkok tahun 1998, dan belum pernah absen hingga saat ini. Malaysia adalah negara yang menguasai squash di Asian Games.

  1. Sepak Takraw
Hayo, Udah Pada Tahu Belum 8 Cabang Non Olimpik Asian Games 2018 Ini?
Ilustrasi cabang olahraga non olimpik Sepak Takraw @ Asian Games 2018

Sepak Takraw adalah olahraga yang populer di kawasan Asia Tenggara. Masing-masing tim diperkuat 3 pemain yang harus menendang bola rotan atau plastik ke seberang lapangan. Lapangan sepak takraw berukuran 13,4 x 6,1 m dan dipisahkan jaring setinggi 152 cm (pria) atau 142 cm (wanita).

Baca Juga: Medali Emas Pertama Indonesia, Intip Latihan Defia Rosmaniar di Korea Selatan

Sepak takraw mulai dipertandingkan di Asian Games XI Beijing tahun 1990 dan tidak pernah absen hingga sekarang. Terdapat 4 kategori sepak takraw untuk pria dan wanita: circle, double regu, regu, dan tim. Thailand merupakan negara paling mendominasi cabang olahraga ini.

Cabang olahraga Esport sebelumnya sempat diisukan akan turut menjadi cabang olahraga non atletik Asian Games 2018. Cabang Esport ini sendiri adalah olahraga rekreasi elektronik yang lebih populer disebut dengan games. Dota 2 dan Cs-Go merupakan salah satu contoh olahraga permainan Esport. Namun akhirnya cabang ini batal diikutsertakan di Asian Games 2018.


Penulis: Swara Mardika
Editor: Swara Mardika