Cuaca Dingin, Akurat Gak Sih Aplikasi Pengukur Suhu Udara di Smartphone?
Ilustrasi aplikasi pengukur suhu dan cuaca @ Pinterest

MALANGTODAY.NET – Beberapa hari belakangan cuaca di Indonesia sedang banyak yang mengalami perubahan. Khususnya bagi yang tinggal di daerah Malang Raya, perubahan cuaca dan iklim berdampak pada suhu udara yang terasa dingin sekali.

Beberapa masyarakat mulai memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk mengukur suhu dan cuaca. Ya, berbagai smartphone, baik yang berbasis Android atau Apple dapat dengan mudah mendapatkan aplikasi pengukur cuaca di toko online seperti Google Play atau App Store.

Baca Juga: Malang Dingin? Ini 5 Resep Minuman Hangat yang Berkhasiat

Beberapa warganet juga tak jarang ada yang mengunggah hasil tangkapan suhu dari aplikasi suhu di masing-masing smartphone mereka. Bahkan ada salah satu warganet yang memamerkan bahwa suhu di Kota Malang belakangan pernah mencapai titik 12 derajat celcius. Wah, bener gak tuh?

Berlandaskan aplikasi pengukur suhu dari smartphone, sebenarnya seberapa akurat sih aplikasi-aplikasi tersebut?

Dilansir dari situs Tirto.id, secara umum aplikasi-aplikasi penangkap suhu yang beredar bersumber dari basis data yang hampir serupa. Data dapat diperoleh dari National Weather Service, NASA, National Oceanic and Atmosphere Organization, satelit, balon udara pengamat cuaca, stasiun pengamatan lokal, serta berbagai stasiun atau sensor lokasi pengamatan lainnya.

Baca Juga: 5 Film Romantis Teman Malam Minggumu

Masih seperti yang telah ditulis oleh Tirto, World Meteorological Organization, organisasi kumpulan BMKG sedunia, menyatakan bahwa mereka mempunyai lebih dari 10.000 titik stasiun pengamatan cuaca yang tersebar di seluruh dunia. Ribuan titik itulah yang menjadi landasan utama pengumpulan informasi terkait perkiraan dan prakiraan cuaca.

Lalu, kenapa hasil tangkapan oleh satu aplikasi cuaca dengan yang lainnya bisa berbeda?

Dengan data yang dimiliki dari ribuan titik serta berbagai sensor yang tersebar di seluruh dunia tersebut, masing-masing aplikasi kemudian mengolah data yang ada dengan menggunakan algoritma masing-masing. Perbedaan output data yang hadir dan dapat dinikmati para pengguna tergantung dari bagaimana aplikasi yang mereka gunakan mengolah data.

Meteorolog WeatherBug, James West mengungkapkan kepada Business Insider bahwa, “Prakiraan yang dilihat pengguna di aplikasi cuaca berbasis pada satu atau kompilasi model informasi. Keakuratan aplikasi cuaca tergantung pada bagaimana tiap organisasi menggunakan data yang mereka dapatkan.”

Baca Juga: Terpilih Jadi Wali Kota di Amerika, Legenda WWE Smackdown Ini Berubah Kalem

Dengan begitu, meskipun memiliki titik data yang serupa, akan tetapi tiap-tiap aplikasi penangkap suhu dan cuaca mempunyai cara pengolahan yang berbeda sehingga masing-masing aplikasi ini mempunya poin akuratnya masing-masing.

Beberapa faktor yang membedakan seperti kecepatan angin, lokasi suatu daerah, geografis, dan kecenderungan iklim juga menjadi faktor penentu akurat atau tidaknya sebuah aplikasi penangkap suhu dan cuaca di smartphone.

Baca Juga: Iqbaal Ramadhan Unggah Foto Cumbui Kekasih di IG, Netizen Cewek Patah Hati

Para pengguna aplkasi sangat mungkin mendapatkan perkiraan suhu dan cuaca yang kurang akurat atau meleset. Tidak salah memang untuk menggunakan aplikasi yang ada di smartphone sebagai barometer untuk mengetahui suhu dan cuaca. Namun, lebih bijaknya diharapkan para pengguna untuk tidak bersandar sepenuhnya pada aplikasi-aplikasi tersebut ya, Zens!


Penulis: Swara Mardika
Editor: Swara Mardika

Loading...