Satu Lagi Terduga Jaringan Teroris Diamankan Densus 88 di Malang, Waspadai Sekitarmu! Ternyata Begini Cara Merekrut Anggota Teroris!
Ilustrasi kelompok teroris (Istimewa)

MALANGTODAY.NET – Tiga bom meledak di Surabaya dan Sidoarjo pada Minggu (13/5) dan Senin (14/5). Insiden ini melibatkan tiga keluarga. Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana terorisme bisa merambah hingga ranah keluarga?

Terorisme menjadi hal yang wajib diwaspadai, pasalnya kita tidak pernah tahu bahwa orang di sekitar kita, yang tampaknya ramah dan baik, bisa jadi merupakan salah satu oknum teroris.

Dilansir dari idntimes.com, salah satu adik kelas SMA pelaku bom Surabaya Dita Oepriarto, Ahmad Faiz Zainuddin, mengungkapkan bagaimana cara kelompok radikal merekrut anggota teroris!

Baca Juga: 12 Potret Andrew White dan Nana Mirdad yang Couple Goals Banget!

Bukan menjadi salah satu anggota dari kelompok radikal, Ahmad Faiz Zainuddin hanya seorang murid SMA biasa yang baik dan berteman dengan Dita Oepriarto pada waktu itu.

Ia mengaku pernah sempat terhasut untuk masuk ke dalam kelompok tersebut. Namun beruntung, ia cepat sadar dan menjauh dari hal-hal itu.

Nah, sebagai bahan kewaspadaanmu, yuk kita lihat bagaimana sih alur pengrekrutan anggota terorisme ini!

1. Mencari orang ramah, cerdas dan baik

Waspadai Sekitarmu! Ternyata Begini Cara Merekrut Anggota Teroris!
Ilustrasi penangkapan teroris (Istimewa)

Kalau kamu berpikir bahwa teroris berasal dari orang yang jahat, bodoh, atau buta akan dendam, kamu salah. Justru deretan teroris ini merupakan orang-orang yang ramah dengan masyarakat, cerdas dan juga baik.

Ibarat pepatah don’t judge a book by it’s cover, teroris pun hampir tidak bisa terdeteksi oleh kita sebagai masyarakat biasa, saking membaurnya dengan kita.

“Orang yang dibawa ke paham radikal ini mereka yang lembut, ramah, gak kurang pendidikan tapi pintar. Kemudian ada yang bilang karena kalau stres, gak juga, gak miskin, banyak yang kaya,” jelasnya.

Baca Juga: Hanya Satu Hari, Densus 88 Amankan Tiga Terduga Teroris di Malang

2. Memanfaatkan sifat labil anak muda

Waspadai Sekitarmu! Ternyata Begini Cara Merekrut Anggota Teroris!
Ilustrasi kelompok teroris (Istimewa)

Anak muda menjadi sasaran empuk bagi kelompok radikal untuk menambah anggotanya. Biasanya sih, terlihat dari komunitas-komunitas yang ada di kampus atau luar kampus. Bisa juga dari ekstrakulikuler di sekolah-sekolah.

Karakter anak muda yang masih mencari ideologi atau need of ideology dalam bahasa psikolog, menjadi sasaran yang pas untuk mendoktrin mereka ke jalan yang sebenarnya salah namun terlihat benar.

“Punya ideologi yang membenarkan mereka gak merasa bersalah. Bisa dari agama bisa dari non-agama,” lanjut Faiz.

3. Menyusup ke pengajian

Waspadai Sekitarmu! Ternyata Begini Cara Merekrut Anggota Teroris!
Ilustrasi pengajian (Istimewa)

Perekrutan melalui pengajian menjadi salah satu hal yang paling sering dilakukan oleh kelompok radikal. Mereka akan menyusup sebagai masyarakat biasa dan mengikuti semua kegiatan pengajian tersebut sebagaimana mestinya.

Tapi disela-sela kegiatan, kelompok radikal ini akan menarik satu per satu anggota pengajian yang berhasil terdoktrin dengan ideologi mereka.

Faiz pun mengaku bahwa dirinya sempat diprospek dan direkrut, namun ia cepat sadar dan menolaknya.

“Orang yang mau rekrut itu ikut pengajian, lihat siapa yang bisa diajak pengajian ke luar, nariknya pelan-pelan. Kita gak sadar di bawa ke alam radikal,” ungkapnya.

Baca Juga: Lintas Organisasi Pemuda dan Agama Kompak Lawan Terorisme

4. Merupakan individu yang rentan

Sama seperti pecandu narkoba, para teroris ini bukan hanya sebagai pelaku, tapi juga sebagai korban. Faiz pun berpesan kepada masyarakat Indonesia, jangan hanya mengutuk si teroris, namun memahaminya seperti memahami pecandu narkoba atau Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

“Kerentanan individual. Hampir semua kehilangan figur ayah. Fathering lebih penting dari mothering. Peran ibu mangayomi, ayah memberikan arahan. Secara emosi gak terlibat. Orang psikopat dan teroris kehilangan peran atau figur ayah. Jadi saya mohon pahami mereka jangan cuma mengutuk. Paham ketika mereka sedang mencari. Sama seperti narkoba, sebelum candu,” tutup pria yang merupakan Psikolog SEFT Corp ini.

Waspadai Sekitarmu! Ternyata Begini Cara Merekrut Anggota Teroris!
Individu rentan (Istimewa)

Penulis: Annisa Eka Safitri
Editor: Annisa Eka Safitri