Arab Saudi dan Kanada 'Putus' Gara-Gara Cuitan di Twitter, Kok Bisa?
Ilustrasi perang diplomatik antara Arab Saudi dan Kanada @ Wtdnews

MALANGTODAY.NET – Hubungan diplomatik antara negara Arab Saudi dan Kanada memang sedang retak. Keretakan hubungan antara keduanya semakin parah gara-gara cuitan Menteri Luar Negeri Kanada di media sosial, twitter.

Dalam cuitannya di twitter Menteri Luar Negeri Kanada menyinggung terkait situasi Hak Asasi Manusia (HAM) di Arab Saudi. Menlu Kanada, Chrystia Freeland mengkritisi aksi penangkapan sejumlah aktivis perempuan di Arab Saudi.

Tak hanya itu, Chrystia Freeland menghimbau pemerintah di Riyadh untuk membebaskan Raif Badawi dan Samar Badawi. Raif dan Samar Badawi adalah aktivis perempuan yang ikut terciduk pemerintah kerajaan Riyadh.

Baca Juga: Cara Duterte Hancurkan Kriminalitas di Filipina, Bikin Nangis Koruptor!

Cuitan Menteri Luar Negeri Kanada itu keesokan harinya diteruskan oleh Kedubes Kanada di Arab Saudi. Melalui media yang sama, twitter, Kedubes Kanada melakukan himbauan yang sama seperti yang dilakukan Chrystia Freeland.

Akibat cuitan di media sosial tersebut, Arab Saudi merilis persona non grata. Persona non grata sendiri berarti bahwa Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan negara yang terletak di utara Amerika Serikat tersebut.

Dampaknya, Arab Saudi mengusir Kedubes Kanada dari tanah Arab, sekaligus menarik Kedubes Arab Saudi dari Kanada. Selain itu, akibat hubungan antara kedua negara yang semakin memanas ini, Arab Saudi membekukan perdagangan baru, menangguhkan penerbangan, menarik ribuan mahasiswa, melarang warganya mendapatkan perawatan medis di Kanada dan sebagainya.

Baca Juga: Inilah 5 Fakta Perceraian Yeslin Wang dan Delon Thamrin

Awal Keretakan Hubungan

Dilansir dari Tirto.id, sejak bulan Mei lalu, Arab Saudi telah menangkap setidaknya 15 aktivis pejuang HAM. Saudi biasanya memberikan label kepada para aktivis sebagai pengkhianat dan menuduh mereka bekerja sebagai agen asing.

Salah satu di antara 15 orang tersebut adalah Samar Badawi. Samar Badawi sendiri adalah seorang aktivis perempuan yang memenangkan penghargaan karena usahanya yang gigih dalam menentang undang-undang perwalian laki-laki yang ketat di Arab Saudi.

Sejak era kepemimpinan Justin Trudeau, Perdana Menteri Kanada sejak 2015, Kanada menjadi negara yang lebih ramah dan mengusung paham nasionalisme populis yang kontras dari umumnya.

Baca Juga: 5 Artis Ini Rayakan Hari Kemerdekaan Anti Mainstream Bareng Susi Pudjiastuti

Kekontrasan tersebut dapat dilihat dari kebijakan Justin Trudeau yang mendukung imigran, multikulturalisme, dan empati terhadap muslim.

Kegiatan penangkapan aktivis yang terjadi di Arab Saudi pun akhirnya membuat Kanada ikut campur dan berusaha membela hak asasi dari para aktivis yang telah ditangkap.


Penulis: Swara Mardika
Editor: Swara Mardika