Fenomena Gunung Semeru 'bertopi' (Istimewa)

MALANGTODAY.NET Ada fenomena alam yang unik terjadi di Puncak Gunung Semeru, Jawa Timur, Senin (10/11/2018). Puncak yang dinamakan Mahameru tersebut dilingkari awan yang tertutup sehingga terlihat seperti bertopi. Warganet pun ikut meramaikan sosial media dengan mengunggah foto-foto fenomena tersebut.

Tak ayal fenomena ini pun langsung viral dalam waktu singkat. Salah satu yang ikut meramaikan fenoma tersebut di media sosial yaitu Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera yang mengunggah melalui laman Facebook resminya.

Salah satu unggahan di akun Facebook pribadi milik Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera (Istimewa)
Salah satu unggahan di akun Facebook pribadi milik Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera (Istimewa)

Melalui akun Twitter dan Instagramnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengimbau untuk tidak mengaitkan peristiwa ini dengan hal yang tak masuk akal.

Sutopo juga menjelaskan bahwa fenomena tersebut adalah hal yang biasa. Di mana hal ini terjadi tergantung dari fenomena atmosfer lokal.

“Gunung Semeru bertopi, puncak gunung tertutup awan jenis lentikularis atau altocomulus lenticularis. Awan ini terbentuk akibat adanya pusaran angin di puncak. Fenomena alam biasa saja. Tidak usah dikaitkan dengan mistis apalagi poltik,” tulis Sutopo di akun Twitternya.

“Gunung Semeru di Lumajang Jawa Timur bertopi. Puncak gunung tertutup awan jenis lentikularis atau altocumulus lenticularis. Awan ini terbentuk akibat adanya pusaran angin di puncak. Ini fenomena alam biasa saja. Beberapa gunung pernah mengalami hal yang sama. Tergantung dinamika atmosfer lokal. Tidak usah dikaitkan dengan mistis, tanda akan ada musibah, politik atau jodoh seret.” ujarnya seperti yang tertera di caption Instagramnya.


Penulis: Ilham Musyafa
Editor: Ilham Musyafa

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.