Maskapai Terbaik Tanah Air, Ini 3 Kecelakaan Pesawat Garuda Indonesia!
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia @Nikkei Asian

MALANGTODAY.NET – Tak bisa dipungkiri bahwa Garuda Indonesia merupakan salah satu maskapai penerbangan terbaik di tanah air. Pada hasil survei yang dirilis oleh Skytrax, maskapai ini menduduki posisi sembilan sekaligus menyandang predikat sebagai World’s Best Cabin pada 2018 lalu.

Meski demikian, bukan berarti Garuda Indonesia tak pernah mengalami masalah. Tercatat, maskapai ini beberapa kali mengalami kecelakaan pesawat. Berikut merupakan ulasan mengenai 3 kecelakaan yang pernah menimpa maskapai yang lahir pada 26 Januari 1949 silam.

Baca Juga  Tak Ada di Postingan Jokowi, Kaesang Justru Protes Ini ke Bapaknya!
Bandara Adi Sutjipto (2007)
Bandara Adi Sutjipto (2007)
Garuda Indonesia tergelincir di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta @Media Info Online

Penerbangan GA-200 tergelincir saat mendarat di Bandara Adi Sutjipto, Yogyakarta, tepat hari ini, 7 Maret 2007 silam. Kecelakaan ini disebabkan karena kesalahan Kapten Marwoto Komar yang menyebabkan pesawat meluncur keluar lintasan. Akibatnya, sebanyak 22 orang tewas dari 133 penumpang. Salah satu korban meninggal adalah mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr. Kusnadi Hardjosumantri.

Bengawan Solo (2002)
Bengawan Solo (2002)
Garuda Indonesia mendarat darurat di Sungai Bengawan Solo @YouTube

Pada 16 Januari 2002, penerbangan GA-421 terbang dari Nusa Tenggara Timur menuju Yogyakarta. Namun nahas, pesawat yang dipiloti Kapten Abdul Rozaq itu mendadak mati. Dalam kondisi darurat itu, ia melihat Sungai Bengawan Solo dan meminta izin untuk mendarat darurat di sungai itu. Dari 60 penumpang pesawat, hanya 1 orang yang meninggal. Sementara 12 penumpang mengalami luka berat dan 10 orang mengalami luka ringan.

Baca Juga  Inilah Perang Tersingkat di Dunia, Durasinya Cuma 38 Menit Loh!
Deli Serdang (1997)
Deli Serdang (1997)
Kecelakaan Garuda Indonesia di Deli Serdang @Liputan6

Penerbangan GA-152 terjatuh di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, saat hendak mendarat ke Bandara Polonia, Medan. Kecelakaan yang terjadi pada 26 September 1997 ini mengakibatkan 234 jiwa, termasuk awak pesawat. Kecelakaan ini disebabkan karena pesawat menabrak gunung akibat kesalahan Air Traffic Controller (ATC) dam cuaca kurang baik. (sig)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.