MalangTODAY.net Dalam rangka menggarap program internasional bersama Direktorat Kerja Sama Teknik, Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian Pertanian dan Non-Alligned Movement Center for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC) dan Terminal Agribisnis Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu (SPAT) Repoeblik Telo telah berhasil melakukan Kegiatan pelatihan pengolahan hasil pertanian , kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari yakni pada tanggal 12-13 oktober 2019 tersebut berlangsung di National Audit Office (NAO) Provinsi Mbeya, Tanzania .


Dengan diikuti oleh 37 orang peserta , kegiatan ini di fasilitasi oleh Tenaga ahli pertanian Indonesia untuk mengadakan pelatihan pengolahan kue berbahan dasar hasil pertanian unggulan Indonesia , diantaranya yakni : singkong , ketela , dan jagung . Bahan-bahan tersebut kemudian diolah dengan sedemikan rupa sehingga menjadi aneka macam kue , mie dan nugget . Dalam melaksanakan kegiatan , peserta dibagi ke dalam 3 regu yang masing-masing berhak untuk membuat salah satu dari ketiga olahan yang sebelumnya telah di jelaskan .

Selama proses pelatihan pengolahan hasil pertanian tersebut , peserta yang mengikuti kegiatan terlihat sangat antusias dalam menjalankan rangkaian tahapan pembuatan kreasi olahan-olahan yang di ajarkan . Beberapa peserta bahkan tampak paling tertarik dengan alat pembuatan mie yang dibawa oleh Sentra Pengembangan Agribisnis Terpadu (SPAT) .
Kendati berlangsung secsra lancar , pada awal kegiatan terdapat sedikit kendala dalam pengadaan bahan baku dan alat yang dibutuhkan untuk melaksanakan proses pelatihan , akan tetapi kemudian dapat diatasi oleh peserta lokal yang dengan sukarela membantu dan mencari bahan – bahan baku yang diperlukan dari pasar setempat , sementara untuk alat yang tidak tersedia juga pada akhirnya di berikan pinjaman oleh warga sekitar .


Namun segala kendala tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta untuk menjalani semua rangkaian dalam pengolahan hasil pertanian , peserta juga semakin termotivasi dengan adanya pemberian bingkisan buah stroberi yang diberikan kepada 6 orang peserta terbaik yang dipilih selama proses pelatihan berlangsung . Selain itu , kendala perbedaan bahasa yang tadinya dikhawatirkan akan menajdi rintangan yang sulit selama proses pelatihan ternyata bukan menjadi masalah yang berarti baik bagi peserta ataupun pemateri . Masing-masing peserta telah diberikan modul resep produk berikut penjelasannya , selain itu peserta dapat mudah memahami proses pengolahan dengan melihat secara langsung proses pengolahaan dan bentuk peragaan pembuatan hasil pertanian yang diajarkan.

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.