MALANGTODAY.NET – Tak terasa Indonesia sudah menginjak usia kemerdekaan yang ke-73. Dalam perjuangannya memperebutkan kemerdekaan itu, segenap rakyat harus berjuang habis-habisan hingga mengorbankan segalanya.

Demikian pula yang terjadi di Kota Malang. Selain perjuangan di peristiwa Bumi Hangus yang paling terkenal di Malang pasca kemerdekaan itu, sebelumnya juga telah banyak tokoh Pahlawan Malang yang mengorbankan nyawa untuk mati di medan perang.

Beberapa nama tokoh pahlawan Kota Malang yang berperang melawan kolonial Belanda kini diabadikan sebagai nama jalan di berbagai daerah di Malang Raya. Mari berkenalan dengan para tokoh pahlawan yang ikut berjuang merebut kemerdekaan Indonesi. Siapa saja? Yuk, simak kisahnya berikut ini!

Baca Juga: Sejarah Tugu Kemerdekaan Kota Malang yang Sempat Jadi ‘Bangunan Pemujaan’ Belanda

  1. Abdul Gani

Tokoh pejuang dari Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu. Abdul Gani merupakan salah satu pejuang yang kala itu masuk dalam garda depan untuk mengangkat senjata melawan penjajahan kolonial.

Ada dua versi terkait gugurnya Abdul Gani. Pertama, Abdul Gani disebut gugur di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji. Kemudian versi kedua mengatakan, Abdul Gani gugur di Kampung Kali Putih, Kelurahan Sisir.

  1. Ikhwan Hadi

Tokoh pejuang Kota Batu yang tergabung dalam Laskar Hizbullah. Sama seperti Abdul Gani, ada dua versi mengenai gugurnya Ikhwan Hadi.

Pertama, Ikhwan Hadi disebut gugur saat melawan Belanda di Gunungsari, Bumiaji. Versi kedua menyebutkan, Ikhwan Hadi gugur di Sidoarjo saat ikut berjuang dalam pertempuran 10 November Surabaya.

Baca Juga: Sejarah Dibalik Monumen TGP, Detasemen Pelajar yang Handal Rakit Bom

  1. Abdul Manan Wijaya

Lahir di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Seorang santri yang mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

Sosok pejuang yang ahli strategi dan dikenal memiliki kemampuan sebagai negosiator yang handal. Abdul Manan Wijaya wafat dan dimakamkan di TPU Sisir, Kota Batu.

  1. Ki Ageng Gribig

Ki Ageng Gribig adalah seorang pahlawan Kota Malang yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di kawasan Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang. Namun ternyata sejarah mengatakan bahwa Ki Ageng Gribig bukanlah nama sebenarnya dari pahlawan tersebut.

Seorang budayawan Kota Malang, Fajar Ramadhan mengatakan bahwa Ki Ageng Gribig adalah sebuah gelar yang diberikan kepada Syekh Wasihatno. Gelar tersebut diberikan oleh Pangeran Diponegoro.

Ki Ageng Gribik merupakan adipati yang paling dipercaya oleh Pangeran Diponegoro sebagai peramu strategi perang. Secara khusus Ki Ageng Gribig dikirim oleh Pangeran Diponegoro untuk memimpin perlawanan terhadap penjajah di Kota Malang. Keputusan Pangeran Diponegoro terbukti tepat karena setelah kedatangan Ki Ageng Gribig, Belanda berhasil dipukul mundur dan Kota Malang untuk pertama kali memiliki sistem pemerintahan sendiri. Ki Ageng Gribig pula orang pertama yang memangku kekuasaan itu.

  1. Kacung Permadi

Masyarakat Pujon pasti tak asing dengan nama Kacung Permadi. Pahlawan yang namanya diabadikan menjadi nama jalan ini adalah pejuang yang asli berasal dari daerah Pujon.

Baca Juga: Monumen Pahlawan TRIP dan Pertempuran di Jalan Salak

Kacung Permadi dikenal memimpin perlawanan untuk mempertahankan tapal wilayah Pujon yang sebelumnya direbut oleh Kopral Kastawi.

Demi merebutnya kembali, Kacung Permadi rela menyerahkan diri sebagai korban pada saat mempertahankan pos penjagaannya. Kacung Permadi akhirnya terbunuh ketika pasukan Belanda berhasil mengintimidasi pos penjagaannya. Namun sebelum tewas, Kacung Permadi sempat menembakkan peluru yang tepat mengenai jenderal Belanda hingga akhirnya ikut Kacung Permadi meregang nyawa.


Karet Bungkus: Umul Latifa
Penulis : Swara Mardika
Editor: Endra Kurniawan
Graphic: Nanda Tri Pamungkas

Loading...