Penggita literasi di Kabupaten Malang, Anis Suryani@ Tri Nanda Pamungkas/MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET– Demam gadget ternyata tak hanya menjangkiti generasi muda di perkotaan saja. Namun, juga sudah mulai menyerang anak-anak emas generasi penerus bangsa di pelosok-peloksok desa. Termasuk yang dialami oleh anak-anak di Dusun Krajan, Desa Ngebruk, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang yang masih banyak menghabiskan waktu untuk berwain gadget.

Mereka seakan-akan lupa dengan kehidupan nyata mereka yang seharusnya dihabiskan dengan berbagai kegiatan yang mengembangkan fisik motorik mereka. Jika ini diteruskan, tentu akan berdampak buruk kepada masa depan mereka, dan tidak menutup kemungkinan juga masa depan bangsa Indonesia dalam ambang bahaya.

Baca Juga: Iqbaal Ramadhan Unggah Foto Cumbui Kekasih di IG, Netizen Cewek Patah Hati

Kegiatan di LAB Inspirasi Al-Fatih (Istimewa)

Berdasarkan pengalam itulah, sosok inspiratif mucul ditenggah-tengah masyarakat Dusun Krajan yang sadar akan bahaya demam gadget. Dia bernama, Anis Suryani yang tergugah hatinya untuk berusah menyembuhkan demam gadget terutama di lingkungannya.

Awalnya Anis memulai dari ponakannya sendiri dengan membelikannya beberapa buku. Dengan harapan buku mampu mengalihkan perhatian sang ponakan terhadap gadget yang sudah sangat akrab dalam kehidupan sehari-harinya.

“Keponakan saya sangat suka bermain gawai, baik handphone maupun laptop, baik untuk nge-game ataupun sekedar menonton video Upin-Upin di YouTube. Suatu hari, saya belikan buku anak-anak. Tak disangka, sambutannya sangat luar biasa. Dia (keponakan) masih TK A itu langsung minta untuk dibacakan hingga habis,” ungkap Anis.

Setelah itu, Anis kemudian sadar, bahwa masih banyak anak-anak lain di sekitar rumahnya yang belum bisa sembuh dari demam gadget. Dia berfikir bagaimana cara bisa mengurangi pemakaian gadget yang berlebihan dan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. Bersama sahabat-sahabatnya, Anis berusaha mengumpulkan buku dari kerabat, saudara, ataupun teman-teman yang dia kenal dalam rangka mendirikan Taman Bacaan Masyarakat.

Baca Juga: Iqbaal Ramadhan Unggah Foto Cumbui Kekasih di IG, Netizen Cewek Patah Hati

Kegiatan di LAB Inspirasi Al-Fatih (Istimewa)

Tepat pada hari Minggu, 18 Februari 2018 secara resmi bedirilah Taman Bacaan Masyarakat bernama LAB Inspirasi Al-Fatih di Jalan Kauman II RT. 15 RW. 03 Dusun Krajan Desa Ngebruk Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang.

Anis menceritakan, pemilihan nama LAB Inspirasi Al-Fatih bukan sembarangan. Proses panjang menemani pemilihan nama TBM tersebut. Dirinya yakin dan tidak sepakat dengan kata-kata William Shakespeare yang pernah mengucapkan “What’s in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet.” (Apalah arti sebuah nama? Andaikata kamu memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan berbau wangi). Menurut Anis dan teman-temannya, nama sangatlah penting untuk mempertimbangkan tujuan dan alasan pendiriannya.

“Pemilihan nama LAB Inspirasi Al-Fatih ini telah melewati beberapa kali polling LAB yang dikenal sebagai singkatan dari laboratorium, bermakna ilmiah sebagai tempat kita untuk sama-sama berkreasi, berkarya, bereksperimen, dan tentunya terus mencoba untuk menjadi lebih baik. Inspirasi bermakna singkat sebagai ilham, yang harapannya memang bisa menjadi wadah untuk menampung pemikiran yang lebih luas. Sedangkan Muhammad Al-Fatih merupakan tokoh pemuda pejuang paling fenomenal pada zaman kejayaan Islam,” ungkap perempuan berkacamata ini.

LAB Inspirasi Al-Fatih memang masih seumur jagung, namun berbagai kegiatan sudah dilakukan oleh TBM satu ini. Dari kegiatan yang berhubungan dengan literasi tentunya, hingga kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Harapannya, kegiatan yang diprogramkan oleh LAB Inspirasi Al-Fatih mampu mengurangi, dan bahkan menghilangkan demam gadget itu sendiri.

Baca Juga: Iqbaal Ramadhan Unggah Foto Cumbui Kekasih di IG, Netizen Cewek Patah Hati

Hingga sekarang Anis dibantu dengan sahabat-sahabat relawan yang berjumlah kurang lebih 28 orang. Relawan-relawan ini berasal dari berbagai latar belakang, ada yang dari Sekolah Menengah Pertama (SMP), adapula dari PT. Merekalah yang berada dibalik layar kesuksesan LAB Inspirasi Al-Fatih dalam memberi manfaat kepada masyarakat Desa Ngebruk.

“Semoga usia kami yang masih seumur jagung ini tidak menjadi penghambat bagi kami untuk bergerak secara akselerasi dalam memajukan desa kami, demi Indonesia lebih baik, aamiin,” tutup perempuan alumnus Universitas Negeri Malang ini.


Karet Bungkus: Endra Kurniawan
Reporter: Jazilatul Humda
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Kistin Septiyani
Ilustrasi: Nanda Tri Pamungkas

Loading...