Wajib Tahu, Ini Aturan Pemilik Hewan Peliharan di Kota Malang

MALANGTODAY.NET– Demi mewujudkan kenyamanan masyarakat ditempat-tempat umum dan lingkungan sekitar, Pemerintah Kota Malang mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Malang nomor 2 Tahun 2012 Ketertiban Umum dan Lingkungan. Bukan hanya masalah Pedangang Kaki Lima (PKL) yang diatur dalam Perda ini, namun juga terkait hewan peliharaan.

Sebagai pemilik hewan peliharaan sudah semestinya tahu aturan dalam Perda nomor 2 Tahun 2012 tersebut. Tujuannya pun tak lain memberikan kenyaman untuk orang lain. Berikut point yang perlu diperhatikan, khusunya yang mempuyai hewan peliharaan.

Baca Juga: 10 Peraturan Perundang-undangan yang Melindungi Fauna di Indonesia

  • Pemberjualbelikan hewan-hewan yang dilindungi

Dalam pasal Pasal 25 ayat (1) point c menyebutkan jika masyarakat di Kota Malang dilarang untuk memperjualbelikan hewan-hewan yang dilestarikan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

  • Membiarkan hewan peliharaan berkeliaran di tempat umum

Masih dalam pasal Pasal 25 ayat (1) di point d, Pemerintah Kota Malang mengatur perihal hewan peliharan. Disini titik tekanya bagi siapapun yang memiliki hewan peliharaan harus merawatnya dengan baik dan jangan membiarkan berkeliaran sehingga bisa menganggu ketertiban umum.

  • Menangkap dan memelihara binatang-binatang yang dilestarikan

Sudah kita ketahui bersama, jika binatang yang dilestarikan tidak boleh ditangkap apalagi dipelihara. Hal ini mengingat untuk menjaga populasinya dari ancaman kepunahan.

  • Memelihara hewan yang dapat mengganggu ketenteraman tetangga sekitarnya

Dalam pasal Pasal 25 ayat (1) point f masyarakat Kota Malang diharapkan mampu menjaga dan merawat hewan peliharaannya dengan baik, supaya tidak menganggu kenyamanan orang lain.

  • Memelihara, menempatkan keramba ikan disaluran air dan/atau sungai, kecuali mendapatkan izin wali kota atau pejabat yang ditunjuk/berwenang; dan/atau

Untuk masyarakat Kota Malang yang bertempat tinggal di sepanjang belantaran sungai dilarang untuk membangun keramba ikan kecuali dengan izin wali kota atau pejabat yang memiliki kewenangan terkait masalah ini.

Baca Juga: Peduli Lingkungan dan Fauna Lewat Musik Ala Navicula

  • Membuang bangkai kuda, sapi, kerbau dan hewan besar lainnya ke dalam air yang mengalir atau yang tidak mengalir.

Masyarakat juga dilarang membuang bakai hewan besar kedalam lairan sungai, danau, mapun tempat berair lainya.  Aturan ini terdapat pada pasal 26 Perda Kota Malang nomor 2 Tahun 2012 ketertiban umum dan lingkungan ayat (1). Masyarakat pun dihimbau untuk segera melaporkan perihal ini ke Dinas Pertanian setempat.

  •  Bangkai hewan kecil dan hewan piaraan lainnya yang mencemarkan lingkungan harus ditanam atau dikubur.

Untuk hewan peliharan berukuran kecil, masyarakat bisa menguburkan supaya tidak mencemari lingkungan sebagaimana tertuang dalam pasal 26 ayat (3).


Karet Bungkus: Muhamad Asnan Affandi
Penulis: Annisa Eka Safitri
Editor: Endra Kurniawan
Graphic: Nanda Tri Pamungkas

Berita Terbaru

Related Articles

WhatsApp chat