Tanggapi Bully di Sekolah, Ini Kata Guru SD Panglima Sudriman Malang
Ilustrasi @Nanda/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Bullying yang terjadi di lingkungan pendidikan menjadi perhatian khusus bagi para pengajar. Salah satunya adalah Dhika Dwi Janiati, guru di SD Muhammadiyah 9 ‘Panglima Sudirman’ Malang. Menurutnya, bullying itu pasti ada dan terjadi, termasuk di sekolahnya.

Penanganan bullying di SD Panglima Sudirman bermacam-macam sesuai kondisinya. Biasanya anak-anak dengan usia di bawah 9 tahun akan ditangani secara personal. Sedangkan siswa kelas 4 ke atas memiliki penanganan yang berbeda.

Baca Juga: Berkenalan dengan Penyebab dan Dampak Bullying dari Kaca Mata Praktisi

“Kelas 4 ke atas ditindak tegas. Mulai peringatan sampai beberapa konsekuensi yang harus dia lakukan sampai merasa jera, mulai peringatan lisan, terus menulis surat tertentu. Kalau sampai melukai fisik, kami panggil orangtua. Kalau di sini masih tahap wajar, tidak sampai dibawa ke polisi, mentok orang tua yang dipanggil,” tuturnya.

Dari data yang dihimpun pihak sekolah, korban bully fisik di sekolah ini untuk tahun ini tidak mencapai 10 siswa. Sedangkan pada tahun-tahun sebelumnya, per tahun tidak mencapai 20. “Tapi bullying verbal itu rata. Di sini banyak yang verbal,” tambahnya.

Prioritaskan Bullying Verbal

Menurut Dhika, bullying termasuk kasus yang kompleks di lingkungan SD. Hal ini karena anak-anak masih belum bisa membedakan sehingga hampir semua hal yang menyinggung dikatakan bullying.

Baca Juga: Sekolah Rentan Bullying, Kenali Jenis dan Solusi Penanganannya

“Penanganannya bagaimana kita mengajarkan ke anak-anak agar tidak terlalu sensitif dan percaya diri. Di sini kami memupuk positif psikologi. Kami menerapkan ini, karena emang nggak bisa ngerem mulut ya,”ujar guru ini.

Selain itu, komunikasi dengan orang tua termasuk hal yang diprioritaskan. “Sejauh ini jalan sih komunikasinya,” katanya.


Karet Bungkus: Ilham Musyafa
Reporter: Dwi Setyani
Editor: Raka Iskandar
Ilustrasi: Nanda Tri Pamungkas

Loading...