Stray Cat Defender Malang Cegah Animal Abuse dengan Sterilkan si Manis
Pendapat stray cat defender tentang penyiksaan hewan @ Nanda Tri Pamungkas/MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET – Kasus animal abuse semakin marak terjadi di Indonesia. Sayangnya, penyiksaan hewan yang dilakukan manusia ini, belum menjadi perhatian pemerintah Indonesia.

Nurul Eka dan Tasya dari Stray Cat Defender Malang, mengatakan bahwa memang benar pemerintah masih minim sekali akan regulasi perlindungan hewan. Mereka lebih ingin pemerintah mematenkan undang-undang perlindungan hewan dan memberikan hukuman yang setimpal bagi pelaku animal abuse.

“Lebih ke arah undang-undang perlindungannya, jadi untuk mencegah hal itu terjadi lebih baik dengan adanya uu perlindungan,” kata Nurul Eka.

Baca Juga: Satwa Buas Masuk ke Perkampungan, Salah Siapa?

“Pemerintah memang kurang memperhatikan tentang satwa di Indonesia. Karena semakin banyak kasus animal abuse di Indonesia. Terus hukumannya pun tidak setimpal. Karena yang tersiksa itu hewannya, tapi manusianya cuma mendapatkan hukuman nggak sampai setahun,” imbuh Tasya.

Selain menunggu dari pemerintah, mereka dan anggota Stray Cat Defender Malang lainnya juga melakukan aksi pencegahan animal abuse dengan program Trap-Neuter-Return atau TNR.

Aksi Stray Cat Defender Malang (Istimewa)

“Kalau kami mengusahakan untuk mengendalikan populasi dengan cara TNR atau Trap-Neuter-Return program. Jadi kucing-kucing liar itu, kita punguti lalu kita sterilkan, setelah itu kita kembalikan, untuk mencegah meledaknya populasi kucing-kucing,” jelas wanita yang akrab disapa Eka itu.

Selain TNR, ada juga tindakan rescue atau penyelamatan. Tapi penyelamatan ini tidak dilakukan kepada semua kucing yang mengalami abuse. Karena ada skala prioritas dari berbagai macam laporan yang masuk.

“Untuk kegiatan pascanya, kita melakukan tindakan rescue. Tapi tidak semua kucing yang dilaporkan itu bisa kamu rescue. Kami memiliki skala prioritas, jadi kucing mana yang sekiranya tidak akan sanggup bertahan hidup jika dibiarkan, maka akan kami rescue,” paparnya.

Tak hanya menjalankan aksinya sendiria, Stray Cat Defender juga sering berkolaborasi dengan berbagai macam komunitas lainnya. Hal ini dilakukan untuk sharing bagaimana caranya memperlakukan hewan dengan baik.

“Kita sering melakukan kolaborasi, seperti dengan Aksara Malang, Animal Walfare Education (AW) atau kadang kami melakukan semacam sharing melalui seminar untuk orang dewasa maupun anak-anak. Kita ajarkan bahwa hewan-hewan itu juga memiliki hak untuk hidup,” ujar Eka.

Cara mengedukasinya pun berbeda antara anak-anak dan juga orang dewasa. Kalau anak-anak, mereka lebih diajarkan untuk mengetahui bagaimana caranya menangani binatang, termasuk kucing.

Sedangkan bagi orang dewasa, diajarkan untuk menyayangi kucing dan tidak mendoktrin anak-anak bahwa hewan itu menjijikan.

Aksi Stray Cat Defender Malang (Istimewa)

“Kalau untuk edukasi ke anak-anak, mungkin mengajari bagaimana caranya menangani kucing, bagaimana memperlakukan hewan dengan benar. Kalau untuk orang dewasanya kita mengajarkan untuk tidak mendoktrin anak-anaknya bahwa hewan itu menjijikan dan berbahaya,” cetusnya.

Usaha ini pun membuahkan hasil, banyak dari masyarakat di kota Malang akhirnya tergerak untuk menjadi bagian dari Stray Cat Defender dan bahkan ada yang menawarkan diri untuk menjadi donatur.

Nah, buat kamu yang mau memelihara hewan, ada beberapa tips yang diberikan Eka dan Tasya, bagaimana menjadi keeper atau pemelihara yang baik.

Aksi Stray Cat Defender Malang (Istimewa)

“Mempelajari tingkah laku dari hewan yang akan dipelihara. Semisal orang tersebut baru mau memelihara kucing, orang itu harus tahu seperti apa kebutuhannya kucing dan seperti apa hak-haknya kucing. Setidaknya tidak di kandang terus, biarkan mereka mengekspresikan hal alamiahnya. Itu yang paling penting,” saran Eka.

Kalau Tasya, lebih menyarankan untuk memperlakukan mereka layaknya manusia. Jadi diberikan makan, minum dan tempat tinggal yang layak. Serta mau sadar untuk melakukan pensterilan terhadap kucing peliharaan mereka.

Baca Juga: Peduli Lingkungan dan Fauna Lewat Musik Ala Navicula

“Mendapatkan makanan yang layak, setiap dia mau makan, harus disediakan. Kemudian harus ada minuman bersih. Lalu ada shelter atau tempat perlindungan dia ketika lagi takut atau kehujanan. Kemudian keempat, kesadaran kita untuk mensterilkan kucing dan bagaimana caranya agar lebih sehat,” tambahnya.

Sampai sekarang, Stray Cat Defender masih memperjuangkan hak-hak hewan termasuk si manis alias kucing, yang mengalami abuse. Yaitu dengan cara memberikan pengertian kepada pelaku abuse, atau melaporkannya kepada pihak yang berwajib.

“Untuk saat ini kami sedang memperjuangkan hak-hak itu. Karena mereka kan nggak bisa bicara siapa yang melakukannya, kapan hal itu terjadi, jadi kami berusaha semaksimal mungkin seperti menanyakan kepada warga sekitar bagaimana sifat orang pelaku animal abus ini setiap harinya. Apakah bisa diberitahu atau tidak. Jika tidak, kami mengandalkan pihak berwajib untuk menindak langsung,” tutup Eka.


Karet Bungkus: Asnan Affandi
Penulis : Annisa Eka Safitri
Editor: Annisa Eka Safitri
Graphic: Nanda Tri Pamungkas
Videographer: Asnan Affandi

Loading...