Senja Kala Bioskop Kelud, Legenda Misbar yang Ingin Dikenang Sepanjang Masa

MALANGTODAY.NET – Sebagaian besar masyarakat kota Malang mungkin mengenal Bioskop  Kelud. Yap, bioskop yang terletak di Jalan Kelud ini sempat menjadi primadona sejak berdiri pada dekade 60-an sebelum akhirnya digilas  oleh industry televisi swasta yang menguat di era 90-an. Meski demikian, sisa-sisa kejayaan bioskop yang juga mendapatkan sebutan ‘misbar’ alias ‘gerimis bubar’ masih ada hingga kini.

Berjalan ke Bioskop Kelud, tim MalanggTODAY.net bertemu dengan Djoko Nunang, Ketua Yayasan Panjura yang membawahi kepemilikan bioskop legendaris ini. Awalnya, bioskop ini dicetuskan dengan tujuan untuk memperbaiki anggota brimob. Namun secara luar biasa, antusiasme masyarakat kota Malang terhadap keberadaan bioskop ini secara tidak langsung turut membantu yayasan untuk mendirikan sekolah hingga perumahan khusus untuk pensiunan brimob.

Baca Juga: Dari Peduli Lingkungan, Bank Sampah Malang Lahir

Senja Kala Bioskop Kelud, Legenda Misbar yang Ingin Dikenang Sepanjang Masa
Dokumentasi Bioskop Kelud dari masa ke masa (Rosita/MalangTODAY)

“Dengan hasil bioskop ini kita bisa membiaya pembangunan lembaga pendidikan sma panjura, kita bisa memberikan sumbangsih pada kesatuan brimob, memberikan dan membangun rumah atau barak untuk anggota remaja, kemudian kita juga bisa membangun panti asuhan, kita bisa memberinkan bantuan perumahan untuk anggota-anggota brimob yang menjelang pensiun di perumahan panjura,” tutur pria yang akrab disapa Haji Nunang ini.

Dengan kapasitas mencapai 6.000 penonton, Bioskop Kelud tumbuh menjadi primadona hiburan rakyat dari kalangan menengah ke bawah. Hampir semua jenis film pernah ditayangkan dalam bioskop ini, baik film nasional hingga internasional. Penentuan filmnya biasanya ditentukana oleh orang yang diberi nama boker.

Semuanya punya perimbangan. Jadi orang yang ditugaskan untuk mencari film yg kita namakan boker itu bisa memprediksi kapan penonton akan disuguhkan film nasional, silat, barat dan India. Yang paling ramai India. Bioskop kelud ini kan bioskop rakyat. Jadi hampir semua film yang ditayangkan itu digemari. Karena merupakan satu-satunya bioskop rakyat,” lanjutnya.

Senja Kala Bioskop Kelud, Demi Pemuda Kota Malang

Senja Kala Bioskop Kelud, Legenda Misbar yang Ingin Dikenang Sepanjang Masa
Kondisi Bioskop Kelud kini (Rosita/MalangTODAY)

Perputaran nasib menjadi hal yang tak bisa dihindarkan dalam kehidupan. Demikian halnya dengan Bioskop Kelud. Meski sempat mengalami masa jaya, namun bioskop misbar tersebut perlahan mulai tergerus eksistensinya sejak memasuki medio 90-an.

Baca Juga  10 Peraturan Perundang-undangan yang Melindungi Fauna di Indonesia
Baca Juga  Penyakit Degeneratif Incar Generasi Muda, Waspadalah! Waspadalah!

Menurut Nunang, hal ini disebabkan karena beberapa hal. Namun ia menggarisbawahi masalah keamanan dan berita-berita hoax yang membuat masyarakat enggan datang lagi ke Kelud.

“Dulu orang yang rumahnya Tlogomas, dengan sarana dan prasarana yang masih tidak seheboh sekarang, penerangan tidak sebagus sekarang, tapi mereka aman dan nyaman saja menonton midnight show di bioskop kita. Kemudian sejak tahun 80-an menjelang 90-an, dengan keamanan yang tidak kondusif, dengan berita-berita minor seperti begal itu menjadikan orang itu enggan keluar,” ucap Nunang.

Namun harapan untuk menghidupkan Bioskop Kelud terus berdatangan. Salah satunya adalah lewat peran-peran pemuda Kota Malang yang tergabung dalam komunitas-komunitas film. Namun beberapa masalah membuat Nunang mempertimbangkan kembali keinginan tersebut.

“Tetapi beberapa komunitas film , berkeinginan supaya bioskop ini bisa kembali seperti semula. Tapi saya bilang tidak bisa. Karena sekarang ini tata niaga film sudah tida seperti  dulu. Kompetitor bioskop, dalam hal ini televisi swasta sudah bisa diterima di Kota Malang, kemudian keamanan tidak sekondusif dulu,” tandasnya.

Baca Juga: Sudah Parah, 5 Fakta Sampah Plastik Ini Bikin Kamu Tercengang!

Senja Kala Bioskop Kelud, Legenda Misbar yang Ingin Dikenang Sepanjang Masa
Kondisi Bioskop Kelud kini (Rosita/MalangTODAY)

Kini, keinginan pihak pengelola terhadap sisa-sisa Bioskop Kelud cukup sederhana, yaitu menjadi gelanggang yang dapat menyalurkan segala ide dan kreativitas muda-mudi Kota Malang. Ia juga berharap suatu saat nanti bioskop legendaris ini akan ditetapkan sebagai heritage yang dapat dinikmati sembari sambil bernostalgia.

“Tapi lambat laun kami juga ingin masyarakat menimati dengan konser musik. Kami juga berharap eks Bioskop Kelud menjadi salah satu heritage malang tempo dulu. Kami juga ingin membuat suatu galeri mini, yang berisikan properti-properti yang kita miliki akan kita rawat dan akan kita pajang supaya masyarakat Kota Malang atau yang dulu pernah tinggal di Malang itu bisa bernostalgia,” tutup Nunang.


Karet Bungkus : Kistin S
Reporter : Rosita Shahnaz
Penulis : Raka Iskandar
Editor : Kistin S
Ilustrator: Istimewa

Berita Terbaru

Related Articles

WhatsApp chat