Porsi Lebih Sedikit, Kok Bisa Makanan Sehat Harganya Mahal? Ini Alasannya!
Ilustrasi makanan sehat@Nanda Tri Pamungkas/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Diet bukan lagi sekedar untuk mengecilkan badan, bahkan kini diet sudah menjadi gaya hidup. Banyak cara yang bisa kamu tempuh untuk bisa menjalankan program diet. Memilih menu makanan sehat bisa jadi salah satu pilihan tepat.

Namun sayang seribu sayang, kenapa makanan sehat harganya mahal. Padahal jika dilihat menunya lebih ‘sepele’ seperti contohnya salad yang hanya berisikan sayur. Bukan tanpa alasan kenapa makanan sehat harganya mahal.

Kamu juga pasti bertanya-tanya kan alasan dibalik mahalnya makanan sehat? Tenang, MalangTODAY sudah merangkumnya dari berbagai sumber khusus untuk kamu. Yuk, langsung aja baca alasannya dibawah ini.

Baca Juga: Kabar Gembira, Kini Pajak UMKM Hanya 0,5 persen!

1. Bebas pestisida

makanan sehat harganya murah
Proses penyemprotan pestisida @ osha safety manual

Udah jadi rahasia umum kalau makanan organik itu pasti lebih sehat. Soalnya produk organik itu bebas pestisida dan pupuk sintesis. Petani organik hanya memakai kompos atau pupuk kandang. Artinya, gak bakalan ada zat berbahaya yang masuk dan membahayakan tubuh kamu.

Kompos atau pupuk kandang untuk tanaman organik itu lebih mahal. Tapi karena petani organik itu sayang sama kamu, jadi mereka gak tanggung-tanggung untuk merogoh kocek lebih dalam. Meskipun pada akhirnya kamu juga akan lakukan hal yang sama.

2. Sertifikat organik

makanan sehat harganya mahal
Ilustrasi sertifikasi organik makanan @ agraria.pe

Salah satu yang bikin kenapa makanan sehat harganya mahal adalah karena pihak pembudidaya diwajibkan memiliki sertifikat organik. Nah, untuk mengurus biaya sertifikasi pangan organik ini, satu kelompok petani harus membayar Rp15 – 30 juta.

Belum lagi masa berlakunya pun relatif pendek, yaitu tiga tahun. Biaya memperpanjang sertifikasi itu bisa mencapai Rp12 juta. Kalau nanti jual murah, apa kata dunia?

3. Biaya produksi

makanan sehat harganya mahal
Ilustrasi kemasan makanan sehat @ apfoodonline

Makanan sehat atau organik itu biasanya memiliki kemasan yang berbeda dari produk konvensional yang diproduksi secara masal dan menggunakan plastik. Sedangkan produk organik menggunakan kemasan yang berbeda.

Baca Juga: Main di Eropa, Egy Maulana Vikri Didekati Fans Super Cantik! Bikin Iri Aja…

Misalnya, dari bahan kaca dan dapat didaur ulang. Makanya biaya produksinya pun jadi lebih tinggi. Gak cocok dong salad dibungkus kertas minyak?

Baca Juga  Stray Cat Defender Malang Cegah Animal Abuse dengan Sterilkan si Manis

4. Standar tinggi

makanan sehat harganya mahal
Ilustrasi makanan standar tinggi @ emirates PR

Khusus untuk produk daging, misalnya, peternak organik biasanya memberlakukan standar yang lebih tinggi dalam membudidayakan hewan ternak. Misalnya, dari kesejahteraan hewan itu sendiri. Biasanya, peternakan organik memberi pakan yang juga organik. Dan kenapa makanan sehat harganya mahal bahkan bisa dua kali lipat dibandingkan dengan pakan biasa.

5. Lebih banyak tenaga kerja

makanan sehat harganya mahal
Ilustrasi petani sayur @ your total health experience

Untuk menekan biaya produksi, banyak petani atau pertanian konvensional yang memakai zat kimia dan pestisida. Tujuan lainnya adalah efisiensi dan agar pekerjaan lebih cepat selesai.

Mereka enak bisa begitu, bandingkan dengan pertanian organik membutuhkan lebih banyak tenaga kerja untuk menyiangi rumput liar, membersihkan air, ataupun memulihkan tanaman dari kontaminasi pestisida.

6. Ongkos transportasi mahal

makanan sehat harganya mahal
Ilustrasi truk pengantar makanan sehat @ phuket news

Lahan untuk pertanian organik itu biasanya terletak jauh dari kota besar, untuk menghindari kontaminasi polusi. Selain itu, produk organik juga harus dipisahkan dari yang non-organik. Hal ini supaya kualitasnya tetap terjaga dan aman sampai ke tangan konsumen.

Nah, itu tadi Zens beberapa alasan kenapa makanan sehat harganya mahal. Harusnya sih gak perlu mikir dua kali untuk mengonsumsi makanan sehat. Toh, manfaatnya buat diri sendiri juga.

Baca Juga: Awas! 10 Sifat Wanita ini Dibenci oleh Para Pria

Ibaratnya, kamu itu investasi ke diri kamu sendiri. Daripada kedepannya kamu terkena penyakit yang aneh-aneh. Jadi intinya balik lagi ke pilihan masing-masing ya.


Penulis: Ilham Musyafa
Editor: Ilham Musyafa

Loading...