Peduli Lingkungan dan Fauna Lewat Musik Ala Navicula

    BUNGKUS: FAUNA
Berbagai elemen masyarakat pun ikut ambil bagian dalam mengkampayekan perlindungan fauna, salah satunya band rock asal Pulau Dewata Navicula

MALANGTODAY.NET– Navicula, grup band rock asal Bali dikenal melalui lirik-lirik mereka yang menyuarakan tentang kelestarian alam dan kesejahteraan satwa.

Latar belakang pentolan unit musik Navicula, Gede Roby Supriyanto, sebagai aktivis di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bidang lingkungan menjadi landasan historis di balik isu-isu yang diangkat oleh Navicula.

Sebagai personil yang kebagian tugas untuk membuat lirik, keresahan-keresahan Roby terkait isu lingkungan dan alam seakan menemukan panggungnya di musik-musik Navicula.

Baca Juga: Satwa Buas Masuk ke Perkampungan, Salah Siapa?

“Latar belakang saya kuat di lingkungan, saya hobi main musik juga, saya berpikir kenapa tidak disuarakan lewat musik karena anak muda perlu diinformasikan lewat bahasa yang mereka mengerti, bahasa rock n roll,” cerita Roby dalam sebuah sesi wawancara bersama Antara News.

Band yang digawangi oleh Roby, Dankie, dan Gembul saat ini juga tergabung dengan beberapa kampanye lingkungan seperti kampanye penolakan penggunaan tas plastik di swalayan, kampanye pembangunan rumah aman gempa, serta perlindungan lahan gambut dan hewan-hewan langka Sumatera bersama Yayasan Ekosistem Lestari.

Mereka juga terlibat dalam kampanye ‘Kepak Sayap Enggang’ yang diakukan organisasi kampanye lingkungan global, Greenpeace. Kampanye ini berkonsentrasi pada kerusakan hutan di tanah Borneo yang melintasi tiga provinsi di Kalimantan.

Baca Juga: Biadab! Ini Dia Kasus-kasus Penyiksaan Hewan di Indonesia

Salah satu lagu mereka yang berjudul ‘Busur Hujan’ memiliki video klip yang sekaligus sebagai alat kampannye lembaga lingkungan global, Greenpeace.

Di lagu lain berjudul ‘Harimau! Harimau!’, Navicula mencoba menyuarakan keresahan mereka terkait isu kepunahan yang mengancam harimau Sumatera.

Beberapa lagu lain seperti ‘Kali Mati’, ‘Over Konsumsi’, atau ‘Orang Utan’ dan beberapa lagu karya Navicula lainnya memiliki nafas yang sama dalam menyajikan isu kerusakan hutan dan kesejahteraan satwa Indonesia yang memprihatinkan.

Baca Juga: 10 Peraturan Perundang-undangan yang Melindungi Fauna di Indonesia

Menurut Roby, pada awal perjalanan karir unit musik Navicula mengalami kesulitan untuk menyebarkan kesadaran masyarakat tentang isu lingkungan ini. Namun, lambat laun, kampanye melalui seni musik yang dicanangkan oleh mereka semakin hari semakin membuahkan hasil.

Berkat musik-musik mereka, kesadaran masyarakat terkait isu-isu lingkungan semakin meluas. Melalui musik, mereka semakin optimis bahwa persoalan-persoalan lingkungan tersebut kian mendapatkan perhatian dan prioritas untuk ditempa sebagai tanggung jawab bersama.

Besar harapan Navicula agar masyarakat membuka mata dan berpartisipasi dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan dan satwa, khususnya di Indonesia. Untuk para masyarakat supaya pro-aktif ketika mendapati agenda-agenda dan kegiatan yang berpotensi mengancam kelestarian lingkungan dan kesejahteraan satwa.


Karet Bungkus: Muhamad Asnan Affandi
Penulis: Swara Mardika
Editor: Endra Kurniawan
Graphic: Nanda Tri Pamungkas

Berita Terbaru

Related Articles

WhatsApp chat