Pantai di Kabupaten Malang Belum Dikelola dengan Baik? Ini Kata Pakar
Ilustarasi pengelolaan pantai@Nanda Tri Pamungkas/MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET –Kunjungan wisatawan yang terus meningkat di pantai-pantai Kabupaten Malang, juga turut dipicu oleh akses yang semakin baik, media sosial dan juga faktor promosi. Akan tetapi, tidak semua pengelola pantai mempertimbangkan aspek keberlanjutan dari wisata alam itu sendiri.

Agus Wiyono selaku Ketua East Java Ecotousim Forum (EJEF) menjelaskan bahwa pengelola pantai harus memperhatikan pelestarian lingkungan. “Jangan asal buka pantai, tapi harus memiliki SOP yang jelas, kode etik pengunjung juga pengawas pantai yang itu semua harus diupayakan sebagai investasi pengelola,” jelasnya beberapa waktu lalu kepada MalangTODAY.

Baca Juga: Pantai di Kabupaten Malang Harus Punya Lifeguard

Selain itu pengelolaan sampah juga merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan oleh pengelola pantai di Kabupaten Malang.

Selanjutnya manajemen pengunjung juga menjadi salah satu hal yang harus dipertimbangkan oleh pengelola pantai di Kabupaten Malang. “Kebanyakan pantai tidak ada pengelolaan untuk mempertimbangkan berapa jumlah wisatawan yang masuk, sehingga wisatawan bertindak semaunya,” ucapnya.

“Pariwisata itu bisnis jasa sehingga masyarakat yang dulunya bekerja dibidang komoditi barang, harus belajar terkait tata kelola pariwisata yang lebih baik,” ucapnya.

Dalam hal ini, masyakat lokal dapat bermitra dengan pemerintahan, perguruan tinggi maupun industri pariwisata seperti Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dan Association of Indonesian Tours & Travel (ASITA).

Baca Juga: Iqbaal Ramadhan Unggah Foto Cumbui Kekasih di IG, Netizen Cewek Patah Hati

“Akses menuju pantai di Kabupaten Malang sudah baik, hanya fasilitas umum masih perlu didorong perbaikanya misalnya apakah jumlah WC sudah memadai untuk wisatawan juga papan interpretasi,” imbuhnya.

Terciptanya kegiatan wisata yang memperhatikan adanya muatan-muatan edukasi bagi wisatawan, memperhatikan aspek lingkungan yang berkelanjutan dan juga pemberdayaan masyarakat lokal merupakan harapan dari Ketua East Java Ecotousim Forum (EJEF) tersebut.


Karet Bungkus: Dhimas Fikri
Reporter: Rosita Shahnaz
Editor: Endra Kurniwan
Graphic: Nanda Tri Pamungkas

Loading...