Pantai di Kabupaten Malang Harus Punya Lifeguard
Ilustrasi lifeguard@ Nanda Tri Pamungkas/MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET – Siapa yang tidak ingin mengunjungi pantai di Kabupaten Malang?. Kabupaten Malang memiliki potensi wisata pantai yang melimpah.

Didukung dengan adanya Jalur Lintas Selatan (JLS), akses menuju beberapa pantai di Kabupaten Malang menjadi mudah dan dapat dijangkau oleh kendaraan roda dua maupun empat bahkan bus mikro.

Baca Juga: Tertarik Surfing di Kabupaten Malang? Disini Tempatnya

Mudahnya akses menuju beberapa pantai di Kabupaten Malang, membuat jumlah kunjungan wisatawan semakin meningkat.

Menurut M.Djayusman, SH.MM, harus ada kesiapan dari pihak pengelola dalam menghadapi semakin meningkatnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke pantai di Kabupaten Malang.

“Infrastruktur, sarana prasarana dan pengelolaanya perlu mendapatkan perhatian utamanya saat weekend maupun hari libur” ujar pemerhati pariwisata dan budaya Malang Raya tersebut saat ditemui Tim MalangTODAY beberapa waktu lalu.

Pantai selatan yang dikenal dengan ombak yang kurang bersahabat, mengharuskan pihak pengelola untuk lebih memperketat penjagaan terhadap kegiatan yang dilakukan wisatawan.

“Setiap pantai harus punya lifeguard karena keamanan wisatawan yang berkunjung itu hal yang utama” ucap Djayusman.

“Penerapan sapta pesona untuk wisata pantai di Kabupaten Malang juga tidak kalah penting karena yang pertama itu harus aman, lalu tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan,” imbuhnya.

Baca Juga: Merasakan Sensasi Paralayang Bukit Waung Pantai Modangan

Hal serupa juga disampaikan Mukhlis selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Bolu-bolu, Wedi Awu dan Lenggoksono (Bowele) Kabupaten Malang. Bahwa pengelola wisata pantai harus memiliki tim khusus yang tangguh dan terlatih untuk menjaga keamanan wisatawan.

“Karena wisata pantai itu beresiko, pihak pengelola harus punya tim water rescue yang terlatih dan juga yang sangat penting adalah berlatih menghadapi korban tenggelam,” ujarnya.

Baca Juga  Ini Tradisi Masyarakat Pantai Lenggoksono Sejak Tahun 1983

Karet Bungkus: Dhimas Fikri
Reporter: Rosita Shahnaz
Editor: Endra Kurniwan
Graphic: Nanda Tri Pamungkas

Loading...