Pakar Hewan Klaim Masyarakat Kota Malang Minim Sadar Satwa

Banyak yang belum tahu tentang pentingnya satwa.

MALANGTODAY.NET – Masyarakat kota Malang nampaknya memang masih minim edukasi terkait kepeduliannya terhadap satwa. Hal ini terbukti dengan adanya masyarakat yang masih banyak kesalahan dalam memberikan perawatan terhadap hewan peliharaannya. Tak hanya itu saja, bahkan terkadang juga masih ada masyarakat yang tidak tahu terkait kelangkaan hewan yang dipeliharanya.

“Karena setahu mereka hanya ada hewan yang lucu. Sedangkan bagi hewannya sendiri tentunya sangat tersiksa,” ungkap Drh Awang Teja Satrio M.Ap M.Kes. Dari situlah ia cukup menyayangkan dengan masalah terhadap satwa yang ia tangani hingga saat ini.

Baca Juga: Yuk! Kenalan Sama 5 Lembaga Perlindungan Fauna di Indonesia dan Dunia

Pakar Hewan Klaim Masyarakat Kota Malang Minim Sadar Satwa
Drh Awang Teja Satrio M.Ap M.Kes @Arul/MalangTODAY

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Awang itu menjelaskan bahwa kasus penyiksaan hewan yang pernah ia alami saat ini adalah tentang sabung ayam. Bahkan di kawasan tertentu, terdapat tempat yang memang disediakan tempat untuk sabung ayam oleh beberapa kelompok yang nantinya ayam tersebut akan dijual dengan nominal yang cukup tinggi.

Selain itu, kelalaian dalam memelihara hewan juga kerap terjadi. Hal ini diterangkan dengan kasus yang pernah ia tangani sekitar dua tahun yang lalu ketika lutung menjadi salah satu kategori hewan langka. Dijelaskan lutung tersebut diikat dengan rantai oleh pemiliknya hingga akhirnya rantai yang diikatkan tersebut bahkan bisa sampai tembus ke perut lutung tersebut.

“Saya juga sudah memperingatkan kepada orang yang hendak memeriksakan hewannya ketika hewan peliharaan tersebut masuk dalam kategori langka. Namun saya juga membatasi diri karena tupoksi saya juga bukan disana ranahnya,” imbuh Awang.

Baca Juga: Stray Cat Defender Malang Cegah Animal Abuse dengan Sterilkan si Manis

Ia juga tidak banyak berkomentar ketika ditanya terkait regulasi yang ada terhadap hewan langka yang bisa sampai menjadi peliharaan seseorang.

“Karena bagaimanapun selalu saja ada yang membuat seseorang memelihara hewan tersebut dan kebanyakan didapatkan di black market. Jadi seharusnya memang memberikan sosialisasi terhadap masyarakat terkait dengan kelangkaan hewan serta masyarakat sendiri harus bisa menerima informasi tersebut serta legowo untuk mengembalikan hewan peliharaanya ketika diketahui bahwa hewan yang ia pelihara statusnya sedang langka,” tandasnya.

Baca Juga  Pelanggaran Aturan Lalu Lintas, Jangan Anggap Sepele

Baca Juga  Pelanggaran Aturan Lalu Lintas, Jangan Anggap Sepele

Reporter : Choirul Anwar
Editor: Raka Iskandar

Berita Terbaru

Related Articles