Oleh-oleh Telur Asap Pagelaran yang Semakin Tersingkirkan

MALANGTODAY.NET – Dunia industri oleh-oleh khas Malang saat ini telah tumbuh berkembang. Beragam oleh-oleh khas Malang mudah didapat di berbagai tempat, mulai dari oleh-oleh tradisional hingga oleh-oleh kekinian.

Di tengah gempuran oleh-oleh kekinian yang ada saat ini, pemilik usaha oleh-oleh tradisional mencoba bertahan. Salah satunya adalah produsen oleh-oleh telur asin asap di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.

Baca Juga: Oleh – Oleh Kekinian Memotivasi Pelaku Industri Tempe Sanan

Telur asap@Dhimas Fikri/MalangTODAY

Owner telur asin asap Pagelaran, Rinik Wahyuni mengatakan bahwa semestinya produk oleh-oleh lokal harus diutamakan, terlebih dari segi promosi. Instansi terkait seharusnya juga lebih bisa mempromosikan oleh-oleh lokal yang telah ada selama ini.

“Seharusnya yang lokal yang lebih diangkat, begitu. Masak Malang ini dikuasai (oleh-oleh) artis itu. Kalau bisa ya walaupun itu punya artis ya paling tidak yang lokal juga harus ada,” kata Rinik kepada MalangTODAY beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Catat! Ini Daftar 5 Hewan yang Boleh dan Tidak Boleh Dipelihara

Telur asap@Dhimas Fikri/MalangTODAY

Rinik menambahkan, hadirnya oleh-oleh kekinian tidak melulu berdampak negatif pada pelaku industri oleh-oleh lokal. Hal itu, asalkan pihak industri oleh-oleh lokal juga harus diberdayakan.

“Ya tidak apa-apa sih, kan kita bisa nitip juga ke outlet mereka. Jadi bukan penghalang atau saingan, malah bisa bekerjasama, juga bisa mengangkat. Tapi yang masuk jangan cuma pilihan saja, kalau bisa semua produk lokal bisa ada di outlet mereka,” jelasnya.

Telur asap@Dhimas Fikri/MalangTODAY

Baca Juga: Pesona Malang Selatan, 10 Pantai Ini Paling Pas Dikunjungi Bersama Keluarga

Kedepan, Rinik berharap, antara produsen oleh-oleh lokal dengan oleh-oleh kekinian bisa bekerjasama dengan baik. Hal itu agar kedepan tidak ada yang saling dirugikan.

“Ya tetap mengikuti saja, kan tidak bisa berdiri sendiri. Termasuk ke outlet mereka, maksudnya itu kalau kita (oleh-oleh lokal) masuk itu, nitip gitu, mohon jangan dipersulit, selama ijin dan semuanya ada mohon diterima dan bantu kami untuk pemasarannya. Kita kan bisa numpang tenar, ketenaran mereka,” tutup Rinik.


Karet Bungkus: Swara Mardika
Reporter: Dhimas Fikri
Editor: Endra Kurniwan
Graphic: Nanda Tri Pamungkas

Berita Terbaru

Related Articles