Oleh – Oleh Kekinian Memotivasi Pelaku Industri Tempe Sanan

MALANGTODAY.NET – Industri Keripik dan Tempe Sanan, adalah salah satu oleh – oleh khas Malang. Namun akhir – akhir ini, bermunculan berbagai gerai oleh – oleh kekinian, bahkan memakai popularitas artis untuk promosi. Namun hal ini ternyata tidak membuat oleh – oleh Keripik dan Tempe Sanan mengalami penurunan penjualan.

“Untuk sementara ini nggak ngefek mas,” kata Ketua Paguyuban Keripik dan Tempe Sanan Malang, Muhammad Arif Sofyan Hadi (48).

Oleh - Oleh Kekinian Memotivasi Pelaku Industri Tempe Sanan
Suasana pembuatan kripik tempe Sanan (Yoga)

Baca Juga: Jangan Cuma Tau Enak dan Gurih, Begini Sejarah Cake Sesungguhnya

Meski begitu, lanjut dia, memang ada rasa kekhawatiran dengan keberadaan oleh – oleh kekinian tersebut. “Ya memang kita ada rasa khawatir,” tandasnya.

Namun rasa khawatir ini, justru dijadikan motivasi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) ini untuk berkembang lebih baik, seperti menggencarkan pelatihan – pelatihan. “Kita sekarang juga mengembangan IT, meskipun masih mendatangkan pembeli beberapa persen saja. Orang – orang luar sudah mulai masuk ke wilayah (dalam) kampung tempe. Selai juga dibantu dengan kunjungan – kunjungan study banding,” paparnya.

Oleh - Oleh Kekinian Memotivasi Pelaku Industri Tempe Sanan
Industri rumahan kreipik tempe Sanan (Yoga)

Selain itu, juga ada inovasi – inovasi lain yang datang dari perguruan tinggi, khususnya yang ada di Kota Malang. Disamping itu pelaku IKM ini juga berinovasi sendiri seperti juga membuat kripik sagu, kripik coklat, brownies tempe, steak tempe dengan 26 varian rasa.

Baca Juga: Mengenal Kue Pie, Si Imut yang Ternyata Sudah Berumur Ribuan Tahun

“Kita juga punya senjata pemasaran sendiri, apalagi oleh – oleh kekinian itu kan masih belum punya resep – resep makanan seperti tempo dulu. Kalau orang – orang kita punya,” pungkasnya.

Oleh - Oleh Kekinian Memotivasi Pelaku Industri Tempe Sanan
Pembuatan keripik tempe Sanan (Yoga)

Menurutnya, konsumen dari oleh – oleh kekinian itu hanya kalangan terbatas. “Cuma kadang orang gengsi kalau ndak beli disana. Tapi kalau dibanding dengan rasa, kita masih unggul. Mereka cuma menang branding. Kita harus optimis bisa (bersaing),” tuturnya.

Saat ini, lanjut dia, hasil produksi kripik tempe ini memang sudah di ekspor ke berbagai negara seperti hongkon. Akan tetapi masih dibantu pihak ketiga. “Kita sudah ekspor, tapi kita bukan yang menjalankan. Jadi pihak yang lain, kita cuma bagian stok-nya saja,” imbuhnya

Oleh - Oleh Kekinian Memotivasi Pelaku Industri Tempe Sanan
Oleh oleh kekinian djadikan industri kripik tempe Sanan sebagai motivasi (Yoga)

Baca Juga: Seputar Kudapan Strudel dan Asal Usulnya, Eh Ternyata…

Ia pun berharap, pelatihan – pelatihan semakin digalakkan oleh Pemerintah Kota Malang maupun perguruan tinggi. “Kita memang butuh pendampingan. Seperti dari Dinas Perindustrian yang mendampingi pelatihan manajemen lima bulan berturut – turut. Dari universitas – universitas juga ada pendampingan bahasa hingga proses pembuatan yang lebih higienis,” tutupnya.


Karet Bungkus: Swara Mardika
Penulis: Rahmat Mashudi Prayoga
Editor: Swara Mardika
Ilustrasi: Nanda Tri Pamungkas

Berita Terbaru

Related Articles