Muzaki, Tokoh Literasi Malang Inspiratif dalam Membangun Galeri Kreatif
Penggita literasi di Kabupaten Malang, Muzaki @ Tri Nanda Pamungkas/MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET Muzaki merupakan salah satu tokoh penggerak literasi Malang Raya. Namanya juga penggerak literasi Malang, pastilah memiliki Taman Bacaan Masyarakat di Malang. Zaki merupakan pemiliki Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Galeri Kreatif.

Sosok ini tentu asing bagi kebanyakan kalian ya Zens. Berdasarkan hasil penelitian Perpustakaan Nasional tahun 2017, rata-rata orang Indonesia hanya membaca buku 3-4 kali per minggu. Yang mana, durasi waktu membaca per hari rata-rata 30-59 menit.

Membaca saja kurang, apalagi bisa sampai mengenal tokohnya. Untuk itu, dalam artikel kali ini MalangTODAY akan jelaskan lebih lanjut tentang TBM Galeri Kreatif dan seperti apa sosok Muzaki itu sendiri.

Baca Juga: Awas! Ada Isu yang Rawan Dijadikan Hoax

Mengenal TBM Galeri Kreatif

Taman Bacaan Masyarakat Galeri Kreatif (Istimewa)
Taman Bacaan Masyarakat Galeri Kreatif (Istimewa)

Didirikan tahun 2011, Galeri Kreatif berlokasi di Dusun Sukosari RT 37 RW 05 Desa Rejoyoso Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Gak sendirian, ia membangun TBM ini secara kolektif bersama para koleganya.

“Dulu saya dirikan bersama beberapa teman. Memang didirikan dirumah saya, di ruang tamu. Tapi saya mengajak beberapa teman untuk bergabung, waktu itu ada 3 orang.”, ujar Zaki saat ditemui MalangTODAY dikediamannya.

Munculnya TBM Galeri Kreatif, lanjut Zaki, berawal dari keresahan ia akan sulitnya mencari referensi buku. Perlu perjuangan berat hingga bagi tokoh penggerak literasi Malang tersebut untuk bisa membaca sebuah buku.

“Zaman saya SMA kalau mau cari buku bacaan harus ke Kepanjen. Otomatis saya harus puasa dong, 3 hari. Karena untuk beli bensin ke Kepanjen.”, ucapnya.

“Kebetulan sekolah saya dulu liburnya hari jumat. Jadi pagi sudah berangkat ke Kepanjen, nanti sholat jumat disana, pulangnya sore.” ujar Zaki

Menurut pantauan tim MalangTODAY di lokasi, koleksi buku yang ditawarkan oleh salah satu Taman Bacaan Masyarakat di Malang raya ini cukup banyak. Mulai dari bacaan umum seperti novel, buku-buku anak, hingga buku-buku motivasi.

Kegiatannya gak cuma membaca

Taman Bacaan Masyarakat Galeri Kreatif (Istimewa)1
Taman Bacaan Masyarakat Galeri Kreatif (Istimewa)

Gak sekedar membaca kamu yang berkunjung ke sini juga dapat mengikuti kelas jurnalistik, fotografi, tari, hingga kelompok belajar untuk masing-masing tingkat sekolah.

TBM Galeri Kreatif bahkan juga menyediakan konseling center. Dimana anak-anak dan pengunjung lainnya bisa curhat saling berbagi motivasi.

“Tak hanya itu, kita juga ada namanya konselor sebaya. Jadi teman-teman nanti bagaimana saling memotivasi sesama temannya”, ucap Zaki.

Sadar bahwa lokasinya tidak berada di pusat kota, Zaki juga berusaha untuk mengedukasi anak-anak sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki. Ia berpendapat bahwa kecerdasan itu luas gak melulu soal akademis.

“Empat bulan sekali ada namanya pentas kreativitas seni dan budaya. Jadi apa yang sudah dipelajari adik-adik selama empat bulan itu. Di kegiatan itu orang tua wajib hadir juga. Jadi kita adakan seperti parenting, misalnya tingkah kecerdasan anak segini, bakat minat ini.” tutur Zaki.

Untuk tenaga pengajar, Zaki tentunya gak sendirian. Ia ditemani oleh temen-temen sekitar dan relawan-relawan yang kebetulan punya jiwa yang sama.

Tantangan Galeri Kreatif saat ini

Taman Bacaan Masyarakat Galeri Kreatif (Istimewa)
Taman Bacaan Masyarakat Galeri Kreatif (Istimewa)

Kepada tim MalangTODAY, Zaki mengaku baru saja membuat sebuah program bertemakan kewirausahaan remaja. Ditempatnya saat ini, banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dirasa Zaki kurang berinvestasi ke pendidikan anak.

“Hampir rata-rata masyarakat disini jadi TKI. Kebanyakan gitu, pulang dua tahun sekali. Ada juga yang sampai 12 tahun tidak pulang sama sekali”, ujar Zaki

“Makanya tantangannya sekarang, galeri lagi membuat bisnis center untuk remaja. Bagaimana nanti hasil kreativitas bisa dijual, bisa dipamerkan”, lanjutnya.

Zaki sadar bahwa pihaknya tidak bisa melarang anak-anak tersebut sehingga hanya bisa men-support. Selebihnya ia serahkan kembali ke orang tua masing-masing.

Baca Juga: Dari Perpecahan hingga Adu Domba, Ini Efek dari Berita Hoax

Harapan kedepannya

Taman Bacaan Masyarakat Galeri Kreatif (Istimewa)
Taman Bacaan Masyarakat Galeri Kreatif (Istimewa)

Saat ini, lanjut Zaki, pihaknya telah memiliki 11 relawan bernama Sahabat Galeri Kreatif, jadi dari beberapa relawan itu sekarang ia arahkan untuk mandiri. Sehingga harapannya mereka akan punya taman baca masing-masing.

“Karena tujuan awalnya kita sudah rencankan bahwa suatu saat kita mengidamkan suatu desa banyak taman bacanya. Banyak tempat dimana anak anak bisa share. Sehingga ada early detection. Jadi sebelum anak-anak terjerumus, kita harus sudah tahu.”, tutur Zaki.

Pihaknya telah menyediakan suatu tempat yang nyaman untuk anak-anak dan remaja dimana mereka bisa berbagi yang bernama Galeri Kreatif Mengabdi.

“Itu juga nanti relawan yang terpusat di galeri, kita kirim keliling satu bulan dua kali. Jadi keliling ke taman baca”, lanjut Zaki.

Untuk dukungan masyarakat sendiri memang gak secara materi, namun cukup membantu. Pihak Galeri Kreatif mengaku telah membangun gedung yang terbuat dari arbot. Di mana itu merupakan bantuan nyata dari masyarakat tanpa imbalan sepeser pun.

Sukses terus Galeri Kreatif, semoga bisa selalu menginspiratif!


Karet Bungkus: Endra Kurniawan
Ilustrator: Nanda Tri Pamungkas
Reporter: Rosita Shahnaz
Penulis: Ilham Musyafa
Editor: Ilham Musyafa

Loading...