Menerangi Kehidupan dengan Kali yang Bukan Impian Lagi

MALANGTODAY.NET – Siapa sangka beberapa sungai alias kali yang melintasi jantung Kota Malang bisa dimanfaatkan. Berbagai keperluan seperti irigasi lahan pertanian hingga pembangkit listrik. Contoh nyatanya yang sudah dilakukan oleh salah satu kampus swasta tersohor di Kota Malang, siapa lagi kalau tidak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Sudah beberapa tahun terakhir, kampus yang dikenal dengan julukan Jas Merah Kampus Putih ini berhasil membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan bantuan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.

Baca Juga: Khofifah-Emil Batal Hadiri Agenda Silaturahmi FKUB se-Malang Raya

Menerangi Kehidupan dengan Kali yang Bukan Impian Lagi
PLTMH di UMM @Istimewa

Berbekal aliran Sungai Brantas yang melintasi kompleks kawasan UMM dan dipadukan dengan teknologi yang sederhana sudah berhasil memanfaatkan air menjadi energi baru terbarukan.

Awalnya, air dalam saluran irigasi (intake) ditampung dalam kolam penampung yang disebut forebay. Air tampungan selanjutnya dialirkan melalui pipa besar yang disebut penstock. Penstock dengan diameter 70 cm, panjang 57 M ditempatkan dalam tanah dengan kemiringan 40 derajat menuju power house, tempat generator berada. Beda tinggi antara kolam tampung dan power house adalah 15 M.

Dalam power house, air akan menggerakkan turbin dan sealnjutnya akan menggerakkan generator Tenaga listrik yang dihasilkan dari generator dialirkan kelagi dalam Electric Load Control (ELC) supaya bisa disuplai ke gedung perkuliahan dan perkantoran.

Baca Juga: Laga Lawan Persebaya, 18.000 Aremania Batal Tonton Singo Edan

Menerangi Kehidupan dengan Kali yang Bukan Impian Lagi
PLTMH di UMM @Istimewa

Kampus III UMM memiliki dua unit PLTMH yang dapat dimanfaatkan untuk menopang kebutuhan listrik. Jadi PLTMH ini berkontribusi sekitar 30 persen kebutuhan energi listrik di Kampus III. Pembangkit ini digunakan untuk efisiensi. Pembangkit tersebut menghasilkan sekitar 700 kilowatt yakni dari PLTMH I dengan daya 500 kilowatt sedangkan PLTMH II sekitar 200 kilowatt.

Terobosan PLTMH dengan memanfaatkan aliran kali di Kota Malang pun akhirnya bukan hanya sebatas mimpi lagi. Tentu berbagai pihak baik akademisi, pemerintah, maupun masyarakat bisa melakukan hal yang sama. Dan akhirnya aliran sungai yang ada tidak mengalir begitu saja.

Baca Juga  Monumen Kemanunggalan, Sinergi Rakyat dan TNI Wujudkan Kemerdekaan

Baca Juga  Yuk Intip Fasilitas Kampus-kampus Hits di Kota Malang Ini!

Penulis : Endra Kurniawan
Editor : Kistin Septiyani

Berita Terbaru

Related Articles

WhatsApp chat