Ilustrasi fakta tentang sampah plastik @MalangTODAY/Nanda Tri Pamungkas
Ilustrasi fakta tentang sampah plastik @MalangTODAY/Nanda Tri Pamungkas

MALANGTODAY.NET Salah satu pelengkap ‘empat sehat lima sempurna’ ialah daging hewani. Daging juga masih terbagi lagi menjadi daging unggas, hewan ternak, dan berbagai hewan laut alias seafood. Banyaknya sampah plastik di laut, membuat sedikitnya ada kandungan plastik dalam makanan.

Melansir dari laman BBC, tahun 2010, jumlah sampah plastik yang masuk ke lautan antara 4,8 sampai 12,7 juta ton. Indonesia menduduki nomor kedua penghasil sampah plastik dunia, setelah Cina.

Penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari University of Ghent di Belgia menunjukkan bahwa orang yang mengkonsumsi seafood secara rutin bisa menelan hingga 11.000 potongan-potongan kecil plastik setiap tahunnya.

BACA JUGA: Muzaki, Penggerak Literasi Malang Inspiratif yang Membangun Galeri Kreatif

Lebih dari 99 persen mikroplastik yang tertelan memang diekskresikan, namun sisanya terperangkap dalam jaringan tubuh. Mikroplastik yang terakumulasi dalam tubuh dari waktu ke waktu bisa menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang.

Berpotensi miliki kandungan plastik dalam makanan ketika diolah, berikut hewan yang riskan bila kamu konsumsi!

1. Kerang

Sejumlah kerang siap konsumsi @ trubus

Cara kerang makan ialah dengan menyaring sekitar 20 liter air laut per hari. Dengan begitu kerang dapat menelan sejumlah mikroplastik tanpa sengaja.

Meski, sebagian besar bisa diekskresikan, namun rata-rata, seekor kerang mengandung satu partikel plastik dalam jaringan tubuhnya. Seiring meningkatnya plastik di lautan, jumlah itu akan kian bertambah.

2. Ikan Kaleng

Ikan kaleng @ worldofbuzz
Ikan kaleng @ worldofbuzz

Mikroplastik dapat juga ditemukan di dalam ikan kalengan meski jumlahnya masih sangat rendah. Dikutip dari Science Alert melalui laman Kumparan, rata-rata pengonsumsi ikan kaleng memakan lima mikroplastik dalam setiap porsi ikan.

Tak hanya dari tubuh ikan yang memakan langsung mikroplastik, plastik berukuran mikro itu juga bisa masuk ke iikan kalengan melalui proses pengalengan ataupun dari udara.

3. Lobster

Lobster @ CNN Indonesia

Seorang koki asal Skotlandia bernama Claudia Escobar sebagaimana dilansir di laman National Geographic pernah menemukan potongan plastik berwarna oranye (biasa digunakan pada tutup tabung gas) di dalam tubuh lobster saat ia membelahnya.

Ahli biologi kelautan mengatakan, krustasea itu mungkin mengira potongan plastik sebagai  remis di laut. Warna oranye-nya yang terang juga menarik perhatian lobster hingga akhirnya memakannya.

Baca Juga  Ironi Bioskop Merdeka, Bangunan Gagah yang Kini Tinggal Puing

BACA JUGA: Serunya Taman Baca di Kota Batu, Mulai yang Agamis hingga Kekinian!

4. Gurita

Gurita laut @ brilio
Gurita laut @ brilio

Hewan yang juga sering mengonsumsi plastik ialah gurita. Sampah plastik yang bertebaran di lautan seringkali terlihat seperti ubur-ubur atau hewan laut lain bagi mereka.


Karet Bungkus: Syauqi Ayyash
Ilustrator: Nanda Tri Pamungkas
Penulis: Ilham Musyafa
Editor: Ilham Musyafa

Loading...