Lebih Dekat dengan Faiz Ushbah Mubarok, Penggiat Literasi Asal Malang Selatan
Penggita literasi di Kabupaten Malang, Faiz Ushbah Mubarok@ Tri Nanda Pamungkas/MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET – Ditengah gempuran teknologi digital ternyata tidak menyurutkan semangat anak muda untuk menjadi penggiat literasi. Salah satunya adalah Faiz Ushbah Mubarok.

Pemuda kelahiran 25 tahun lalu itu merupakan salah satu penggiat literasi yang berasal dari Kabupaten Malang. Ia juga merupakan pendiri Taman Baca dan Sanggar Genius Singajaya yang berada di Desa Putat Kidul, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Kepada MalangTODAY, Faiz membeberkan mengapa dirinya memutuskan untuk menjadi penggiat literasi.

Baca Juga: 5 Taman Bacaan Masyarakat di Kota Malang Ini Wajib Banget Kamu Kunjungi!

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MalangTODAY (@malangtodaynet) on

Pemuda yang baru saja menyelesaikan studi Pascasarjana di Universitas Negeri Malang (UM) itu mengatakan, berangkat dari rasa keprihatinan terhadap kondisi lingkungan tempat tinggalnya yang sebagian masyarakatnya berpendidikan rendah, Faiz kemudian termotivasi untuk mendirikan Taman Baca dan Sanggar Genius Singajaya.

“Motivasi awal karena saya agak miris melihat lingkungan sekitar yang masih belum memperhatikan pendidikan dengan serius, baik itu dari pihak keluarga dan lingkungan. Spesifiknya untuk anak-anak tidak ada wadah dari desa, dibandingkan dengan pemuda dan ibu-ibu yang sudah ada PKK dan Karang Taruna,” kata Faiz, belum lama ini.

Kegiatan yang dilakukan Faiz itu sudah digelutinya sejak Desember 2016 lalu. Bermodalkan hanya beberapa buku pelajaran dan koleksi pribadinya, Faiz memulai memberikan les gratis pada anak-anak yatim dan kurang mampu di sekitar tempat tinggalnya.

Baca Juga: Muzaki, Penggerak Literasi Malang Inspiratif yang Membangun Galeri Kreatif

Sulung dari tiga bersaudara itu menambahkan, ada banyak suka duka yang ia rasakan selama berkecimpung membangun Taman Baca dan Sanggar Genius Singajaya.

“Suka dukanya bermacam-macam, dan cukup berkesan. Dari gonta-gantinya relawan yang masuk dan keluar, anak-anak yang cukup susah diatur karena kebanyakan anak yatim dan kurang diperhatikan keluarga. Disini kita mewadahi anak-anak yatim dan dhuafa, ada anak yang sempat berhenti sekolah satu tahun karena bertengkar dengan ayah tirinya, hingga kami bujuk kembali untuk sekolah. Anak-anak ini awalnya pemalu, tapi sekarang sudah ada yang bisa juara tari di lomba yang di selenggarakan Yatim Mandiri. Buku yang tidak kembali saat dipinjam itu juga sudah biasa,” ungkap pria berkacamata tersebut.

Lebih jauh, putra dari pasangan Sugianto dan Siti Hartini Nasikah ini mengatakan, ada banyak tantangan yang dihadapinya bersama relawan di Taman Baca dan Sanggar Genius Singajaya saat harus mengubah pola pikir anak-anak atau masyarakat terkait pentingnya membaca buku. Namun dengan semangat pantang menyerah, Faiz berupaya semaksimal mungkin mengubah perilaku tersebut.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MalangTODAY (@malangtodaynet) on

Baca Juga: Mengenal Santoso Maaharagono, Sosok Penggiat Literasi Malang Raya

“Memang sulit mengajak anak-anak membaca ketika sudah mengenal teknologi dan smartphone, mengingat semua informasi dan hiburan ada disitu. Kami disini mengembangkan literasi, salah satunya dengan mewajibkan membaca buku dan memberi kesan tentang buku tersebut sebulan sekali sebagai syarat untuk ikut bimbel. Disini tidak hanya dengan mengajak anak-anak membaca buku, tapi juga mengembangkan sisi pendidikan mereka dengan bimbel dan craft atau kerajinan tangan berupa paper flower,” jelasnya.

Kedepan, Faiz masih memiliki ambisi yang besar untuk setidaknya sedikit merubah perilaku masyarakat disekitarnya melalui apa yang sudah dibangunnya saat ini.

“Saya berharap bagi orangtua maupun guru, agar anak-anak tetap di familiarkan dengan buku. Beberapa teman saya yang termasuk sebagai orangtua baru banyak yang meminjam buku kami untuk mengenalkan dan mengajari anak sensor motorik dan sensor-sensor lainnya,” tandas Faiz.


Karet Bungkus: Endra Kurniawan
Reporter: Dhimas Fikri
Penulis: Dhimas Fikri
Editor: Endra Kurniawan
Ilustrasi: Nanda Tri Pamungkas

Loading...