Gak Cuma Kreatif, 4 Film Asli Malang Ini Juga Menginspirasi

MALANGTODAY.NET Film merupakan salah satu media massa bagi siapapun yang ingin menyampaikan informasi, opini, dan bahkan hanya untuk sekedar hiburan. Dalam sejarahnya film semakin hari semakin berkembang. Gak terkecuali para sineas yang berasal dari Malang.

Gak cuma terkenal dengan baksonya, Malang juga memiliki film-film yang bisa dibanggakan lho Zens. Bukan sekedar hiburan semata, beberapa diantaranya bahkan mengandung banyak pesan moral yang bisa diambil. Mau tau apa aja film asli Malang yang cukup terkenal? Yuk simak di bawah ini!

BACA JUGA: Senja Kala Bioskop Kelud, Legenda Misbar yang Ingin Dikenang Sepanjang Masa

1. Darah Biru Arema

Buat ZensTODAY yang Aremania sejati pasti hapal betul dengan film yang satu ini. Darah Biru Arema sendiri memiliki dua seri, dimana yang pertama tayang pada tahun 2014 lalu. Dirasa sukses, film Darah Biru Arema kembali hadir di tahun 2017 bertajuk Satu Jiwa Untuk Indonesia.

Baik yang pertama maupun yang kedua, Darah Biru Arema bercerita tentang sosok Pacho (Amminudin). Dia adalah Aremania kecil yang begitu fanatik dalam mendukung Arema. Dengan semangat Arema, ia lantas berusaha keras wujudkan segudang mimpi dan cita-cita yang dimiliki.

Yang istimewa pada Darah Biru Arema 2, ada alur cerita baru yang membuat film ini makan kaya makna. Seperti kehidupan keluarga Aremania Balikpapan dan sepasang kakak-beradik perempuan yang dikeluarganya begitu kental nuansa Arema. Film ini disajikan dengan cara yang segar lewat cerita yang diselingi oleh adegan lucu.

2. Yowis Ben

Film asli Malang selanjutnya datang dari ‘tangan’ seorang content creator yang baru saja menyelesaikan studinya di Universitas Negeri Malang, Sabtu (17/11/2018). Bersama Fajar Nugros, Bayu Skak sukses mengemas Yowis Ben menjadi sebuah film beraliran drama komedi yang syarat makna.

Film berbahasa Jawa ini mengisahkan Bayu (Bayu Skak) yang menyukai Susan (Cut Meyriska). Namun, ia tidak percaya diri karena merasa serba pas-pasan. Demi mendapat perhatian Susan dan bersaing dengan pacarnya (Indra Wijaya), Bayu membentuk band musik bersama tiga temannya (Joshua Suherman, Tutus Thomson, Brandon Salim).

Baca Juga  Inilah Kaleidoskop Laka Lantas Kota Malang Sepanjang 2018
Baca Juga  Buat Adek-adek Maba, Nih Jalur Angkot Kota Malang Paling Lengkap!

Sejumlah komika di antaranya Muslim, Yudha Keling, dan Arief Didu turut meramaikan tampil­an alur cerita Film Yowis Ben. Komedian senior Jawa Timur, Cak Kartolo dan Cak Sapari hadir sebagai tokoh ca­meo, kerap memancing gelak tawa. Sementara i­tu, musisi Sandy Pas Band dan Erix Soekamti ha­dir sebagai juri kompetisi band indie

3. Tani Maju-Berdikari

Selanjutnya ada film pendek yang juga gak mau kalah dengan film-film layar lebar yaitu Tani Maju-Berdikari. Disutradarai oleh MF Wafy, film ini menceritakan seorang guru yang terjebak dalam penggelapan dana oleh atasannya yaitu kepala sekolah. Gak berhenti disitu Zens, guru ini juga sempat hampir ditinggalkan oleh istrinya karena kondisinya yang serba kurang saat itu.

Berkat usaha dan kerja kerasnya, singkat cerita guru tersebut sukses melalui bisnis peternakan ayamnya. Film berdurasi 16 menit ini mencuat setelah mengikuti Festival Film Purbalingga 2016. Sekaligus menjadikan film pendek ini satu-satunya dari luar Purbalingga.

BACA JUGA: Dari Peduli Lingkungan, Bank Sampah Malang Lahir

4. Tinuk

Gak cuma itu, sineas muda Malang juga mampu menunjukan ‘taringnya’ lewat film pendek lain berjudul Tinuk. Di produksi oleh Mata Mata Project, film asli Malang ini berhasil menorehkan nama besarnya di ajang “Bikin Film Bareng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)”.

Film berdurasi 15 menit ini bercerita tentang kejadian yang ada di sekitar kita, yakni persoalan keluarga, di mana berbagai cara dilakukan untuk menyelesaikan masalah masing-masing. Film yang disutradarai oleh mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang, Aprilingga Dani itu menceritakan soal keseharian keluarga kecil kalangan bawah.

Sempat dinyatakan sebagai film terbaik Antikorupsi 2015 dan diputar perdana di Gedung New Majestic Bandung. Menonton bareng Tinuk juga sempat diadakan di Ringin Asri pada 18 Desember 2015 silam.


Karet Bungkus: Kistin Septiyani
Penulis: Ilham Musyafa
Editor: Ilham Musyafa
Ilustrator: Istimewa

Berita Terbaru

Baca Juga  Serunya Taman Baca di Kota Batu, Mulai yang Agamis hingga Kekinian!

Related Articles