Faka dan mitos seputar mie instan@Nanda Tri Pamungkas/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Buat kamu anak kos, penting hukumnya untuk bagaimana mengatur keungan dengan baik. Mulai dari membeli kebutuhan kos, kebutuhan kuliah, dan bahkan sampai budget untuk makan. Salah satu makanan yang paling favorit terutama menjelang akhir bulan gak lain yaitu mie instan.

Selain murah meriah, enaknya mie instan juga gak ada duanya. Namun, dibalik murah dan enaknya mie instan, banyak lho fakta dan mitos mie instan seputar kesehatan yang bisa jadi belum banyak kamu tau.

Penasaran dengan apa saja itu? Yuk simak pembahasan soal fakta dan mitos mie instan seputar kesehatan di bawah ini!

Baca Juga: Kabar Gembira, Kini Pajak UMKM Hanya 0,5 persen!

1. Makan mie dengan nasi

Mie instan dan nasi @ tarasmulticulturaltable.com

Mitos mengatakan bahwa aman-aman aja kok makan mie instan dengan nasi. Namun faktanya, mie instan dan nasi sama-sama mengandung karbohidrat. Jadi Zens, meskipun mie instan mengandung lebih banyak gizi dan vitamin dari nasi namun salam setiap kemasannya terdapat saran penyajian.

Makan nasi dengan mie instan hanya sekedar penambah sensasi lebih kenyang. Yang harus dilakukan kalau kamu mau makan mie instan dan mendapat asupan gizi lebih sebaiknya mencampur mie dengan bahan makanan lain seperti sayur, telur, daging, dan sebagainya. Meskipun harus merogoh kocek lebih dalam ya.

2. Adonan mie mengandung lilin

lustrasi mie instan @ BBC Good Food

Mitos mengatakan mie instan mengandung lilin karena teksturnya yang gak lengket dan ketika dimasak airnya menguning. Tapi tenang, faktanya mie instan gak mengandung lilin sama sekali kok. Alasan kenapa mie instan bisa melekat satu sama lain Zens gak lain karena adanya kandungan minyak di dalam mie.

Waktu proses pembuatannya, mie akan melalui proses deep frying. Hal itu bertujuan untuk mengurangi kadar air dan bikin mie instan awet.

3. Tidak boleh dimasak dengan bumbu

Mie instan dan bumbu @ The Pioneer Woman

Fakta dan mitos mie instan selanjutnya adalah tentang cara memasak. Apakah cara kamu memasak mie instan dengan merebusnya ke dalam panci dan memasukkan bumbunya secara bersamaan? Ketika hal tersebut dilakukan, proses perebusan akan mengubah struktur molekul Monosodium Glutamat (MSG) dan menyebabkan menjadi racun.

Baca Juga  Laka Akibat Human Error, Tanggung Jawab Pada Individu Pengendara

Faktanya, banyak yang telah memasak mie instan dengan cara tersebut dan tidak keracunan. MSG atau penyedap rasa telah diklasifikasi oleh FDA (Food and Drug Administration) dan umumnya diakui sebagai bahan tambahan pangan yang aman.

Baca Juga: Main di Eropa, Egy Maulana Vikri Didekati Fans Super Cantik! Bikin Iri Aja…

Demikian juga, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memilih untuk tidak menetapkan batas pada Acceptable Daily Intake (ADI) untuk MSG, dan mengelompokkannya sebagai kategori “tidak ditentukan”, yaitu kategori paling aman untuk bahan tambahan makanan.

4. Zat gizi dalam air rebusan

Merebus mie instan @ Foodjimoto

Mitosnya, metode dua air terpisah adalah cara terbaik memasak mie instan karena air rebusan sangat berbahaya. Faktanya Zens, air rebusan mie pertama mengandung kandungan betakaroten yang tinggi.

Dilansir dari hipwee.com, menurut Prof. Dr. F.G. Winarno, kabar mengenai bahayanya air rebusan mie instan itu adalah salah besar. Justru, di dalam air rebusan pertama itulah terdapat kandungan zat besi, vitamin, dan betakaroten tinggi yang dibutuhkan oleh tubuhmu.

5. Berbahan tidak sehat

Sajian mie instan @ pegipegi

Kamu pasti pernah mendengar bahwa mie instan merupakan makanan yang tidak bergizi. Kandungan satu bungkus mie instan sangat buruk bagi kesehatan karena terdapat natrium (sodium) yang tinggi. Kandungan serat juga sedikit, tapi kadar karbohidratnya tinggi sehingga bisa menyebabkan gangguan pencernaan.

Padahal faktanya, untuk mengatakan bahwa mie instan tidak memiliki nilai nutrisi sebagai makanan adalah sebuah kesalahpahaman. Untuk setiap bungkus mie instan, rata-rata kandungan sodium hanya antara 1.000-1.500 miligram atau hanya 40-60% dari standar yang direkomendasikan.

Mie instan juga telah disertifikasi oleh BPOM telah diperkaya dengan zat gizi mikro esensial, yaitu Vitamin A, Vitamin B, Niasin, Asam Folat, Pantotenat dan zat besi. Sesuai dengan saran Departemen Kesehatan, asupan natrium memungkinkan kita per hari tidak boleh lebih dari 2.400 miligram.

Artinya, mie instan tidak berbahaya namun harus dikonsumsi dalam jumlah sedang alias tidak berlebihan.

6. Mie instan memicu penyakit

Sajian mie instan @magazine job-line
Sajian mie instan @magazine job-line

Sking enaknya mie instan banyak yang mengatakan bahwa makanan murah ini menggunakan bahan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan bahkan menyebabkan pankreatitis. Padahal dalam proses pembuatannya mie instan menggunakan metode khusus agar lebih awet dan bukan penyebab pankreatitis.

Baca Juga  Stop! Ini Bahayanya Racun dan Setrum Ikan di Sungai

Cara pengawetan mie instan adalah deep frying yang bisa menekan rendah kadar air (sekitar 5%). Metode lain adalah air hot drying (pengeringan dengan udara panas). Inilah yang membuat mie instan bisa awet hingga 8 bulan, asalkan kemasannya terlindung secara sempurna.

Baca Juga: Awas! 10 Sifat Wanita ini Dibenci oleh Para Pria

Kadar air yang sangat minim ini, tidak memungkinkan bakteri pembusuk hidup apalagi berkembang biak. Malah, mie instan gak berbau tengik serta tidak menggumpal basah. Langkah terakhir untuk memastikan mie instan layak konsumsi adalah perhatikan dengan seksama tanggal kadaluarsanya.

Itu tadi fakta dan mitos mie instan seputar kesehatan. Gampangnya, kalau mie instan berbahaya lantas kenapa mie instan lebih sering dipakai sebagai bantuan logistik untuk korban bencana?

Faka dan mitos seputar mie instan@Nanda Tri Pamungkas/MalangTODAY

Karet Bungkus : Nanda Tri Pamungkas
Penulis : Ilham Musyafa
Editor : Ilham Musyafa
Ilustrator : Nanda Tri Pamungkas

Loading...