Ilustrasi perempuan korban catcalling @MalangTODAY/Nanda Tri Pamungkas
Ilustrasi perempuan korban catcalling @MalangTODAY/Nanda Tri Pamungkas

MALANGTODAY.NET Godaan-godaan verbal di jalanan, yang biasa disebut catcalling, merupakan perbuatan yang sangat menganggu. Dilihat dari sudut pandang perempuan, siapapun yang mengalaminya pasti merasa gak nyaman, dan merasa terancam.

Kaum laki-laki mungkin menganggap bahwa panggilan-panggilan itu hanya sebuah keisengan saja. Apalagi mereka melakukannya secara spontan, sambil tertawa-tawa, bahkan mereka gak kenal para perempuan tersebut. Setelah melakukannya, mereka segera melupakannya.

Baca Juga: Mengenal Cyberbullying, Intimidasi Dunia Maya yang Begitu Mengerikan

Padahal apa yang mereka lakukan itu sudah termasuk pelecehan di jalan, atau street harassment. Para perempuan yang mengalaminya tidak menganggap hal demikian ini sebagai sesuatu yang lucu, apalagi menghibur.

Dipanggil-panggil atau digoda ketika sedang berada di jalan, mungkin pernah dialami oleh semua perempuan di seluruh dunia. Gak terkecuali dengan Dianti Ari Trifenna yang merupakan seorang mahasiswi Fakultas Ekonomi UM.

“Pernah sih, tapi gak menjurus yang ke SARA atau jorok-jorok gitu.” akunya kepada MalangTODAY.net.

“Jadi dulu ada orang yang tiba-tiba telfon kayak yang penipuan pulsa, dia kan yang telpon aku, tapi aku malah isengin (aku buat-buat).” lanjutnya.

Dianti mengganggap orang-orang seperti itu merupakan tipikal orang yang kurang kerjaan. Bahkan sebagai perempuan yang berani, ia gak tanggung-tanggung untuk membalas perbuatan orang tersebut. Ia juga ingin agar perempuan yang menjadi korban gak tinggal diam.

“Kalau aku sih ya, tak bully balik. Soalnya aku kan anaknya bodo amat. Di zaman seperti ini ada orang seperti itu kan bodoh banget,” ucap Dianti.

Baca Juga: Jackie Chan hingga Lady Gaga, 8 Artis Internasional Ini Pernah Jadi Korban Bully

Sadar bahwa modal keberanian gak cukup, Dianti juga mengajak perempuan untuk melaporkan kejadian tersebut. Selain melawan, dengan melapor ke pihak berwajib masalah tentu akan lebih mudah ditangani.

“Sebenarnya yang benar itu ditindak, kita lapor ke Kominfo. Tapi kan seperti ini sulit untuk dilacak.” ujarnya.

“Tergantung orang masing-masing sih, kalo dia mentalnya kuat pasti dia cuek, tapi kalo untuk anak pendiem, sering mikir, pasti akan bahaya,”.

Baca Juga  Undang-undang Kekerasan dan Bullying yang Terselubung

Karet Bungkus: Ilham Musyafa
Ilustrator: Nanda Tri Pamungkas
Reporter: Dhimas Fikri
Penulis: Ilham Musyafa
Editor: Ilham Musyafa

Loading...