Perbedaan 4 Sehat 5 Sempurna dan Pola Gizi Seimbang @ MalangTODAY/Nanda Tri Pamungkas

MALANGTODAY.NET – Banyak yang belum tahu jika sebenarnya konsep 4 sehat 5 sempurna dianggap para ahli sudah tidak sessuai lagi dengan kondisi yang ada. Sebagai gantinya, diperkenalkanlah konsep pola gizi seimbang. Di Indonesia sendiri konsep gizi seimbang sudah diperkenalkan sejak tahun 2010 yang lalu.

Dilansir dari Kompas.com, pada konsep 4 sehat 5 sempurna lebih menekankan minuman susu sebagai penyempurnanya dan menekan keempat elemen lain sebagai menu wajib yang harus dipenuhi.

Keempat elemen itu adalah karbohidrat untuk tenaga, protein sebagai zat pengatur, lemak sebagai sumber energi, vitamin dan mineral pada sayur serta buah-buahan berguna untuk sumber vitamin.

Ternyata, konsep 4 sehat 5 sempurna yang diperkenalkan oleh Bapak Gizi Indonesia, Prof. Poerwo Soedarmo sekitar tahun 1952 ini sudah tidak lagi relevan untuk dijadikan pedoman. Pasalnya, susunan makanan terssebut belum tentu sehat tergantung pada porsi dan zat gizinya sesuai dengan kebutuhan.

Baca Juga: Waduh, Abis Mas-mas Ganteng, 3 Artis Cantik Ini Kini Doyan Sesama!

Sedangkan prinsip gizi seimbang mempunya empat elemen pilar utama. Empat elemen piar tersebut adalah mengonsumsi makanan yang beraneka ragam, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga berat badan ideal, dan pola hidup aktif.

Dilansir dari situs Departemen Kesehatan Republik Indonesia, berikut perbedaan utama yang mendasar dari konsep gizi seimbang dan konsep 4 sehat 5 sempurna.

  1. Penekanan Pesan

Seperti diketahui berasama bahwa konsep 4 sehat 5 semurna lebih menekankan pada konsumsi nasi sebagai makanan utama dan susu sebagai penyempurna. Sedangkan konsep gizi seimbang dimaknai sebagai susunan makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Baca Juga: Bagai Ditelan Bumi, Begini Kabar Terbaru 3 Artis Lawas Ini

  1. Susu Bukan Penyempurna

Bagi konsep Pola Gizi Seimbang (PGS), susu termasuk ke dalam kelompok lauk-pauk yang memberikan sumber protein. Sehingga susu bukanlah penyempurna dan dapat digantikan dengan menu makanan lain dengan nilai gizi yang sama.

Kandungan gizi dalam susu adalah protein dan beragam mineral (Kalsium, Fosfor, Zat Besi). Sementara dalam PGS, jika sudah cukup dan beragam konsumsi sumber protein seperti telur dan daging, daging dan ikan, tidak mengonsumsi susu juga tidak apa-apa.

Baca Juga  Patung Hamid Roesdi, Simbol Kecerdasan Pahlawan Gerilya Malang

Baca Juga: Merasa Terlalu Cantik, Wanita Ini Pilih Mengemis Ketimbang Kerja

  1. Porsi Makanan

Selama yang kita ketahui, konsep 4 sehat 5 sempurna hanya menyertakan jenis dan takaran gizi yang diperlukan. Namun, tidak dijelaskan di konsep tersebut tentang porsi dan jumlah makanan yang harus dikonsumsi per hari.

Sementara itu, konsep PGS menjelaskan secara rinci soal kuantitas atau jumlah porsi yang harus dimakan setiap hari untuk setiap kelompok makanan.

Baca Juga: Terlalu Sombong, Ahmad Dhani Ditantang Duel Bakal Calon Legislatif dari Malang

Setiap hari tubuh membutuhkan asupan protein nabati 2-3 porsi, protein hewani 2-3 porsi,  makanan pokok 3-8 porsi, sayuran 3-5 porsi, buah 3-5 porsi dan minum air mineral minimal 8 gelas.

  1. Pentingnya Air Mineral

Dalam empat sehat lima sempurna, tidak disebutkan bahwa air putih sebagai bahan yang sangat perlu dikonsumsi oleh tubuh. Di konsep PGS, telah dijelaskan pentingnya mencukupi kebutuhan minum air mineral 2 liter, atau lebih kurang 8 gelas setiap harinya.


Karet Bungkus : Nanda Tri Pamungkas
Penulis : Swara Mardika
Editor : Swara Mardika
Ilustrator : Nanda Tri Pamungkas

Loading...