Ilustrasi berita hoax@Nanda Tri Pamungkas/MalangTODAY.net

MALANGTODAY.NET– Ada beberapa topik isu yang rawan dijadikan hoaks. Berdasarkan data dari Masyarakat Anti Fitnah dan Hoaks Indonesia (MAFINDO) menyatakan bahwa selama Juli hingga September 2018, isu politik menempati posisi tertinggi sebagai isu yang mudah dijadikan hoaks. Nilainya yaitu sekitar 58,7 persen. Posisi kedua ditempati oleh isu agama dan penipuan sebesar 7,39 persen, dan isu lalu lintas 6,96 persen.

Posisi serupa bahwa isu politik menjadi isu paling mudah dijadikan hoaks juga dinyatakan oleh Kominfo Malang.

Baca Juga: Dari Perpecahan hingga Adu Domba, Ini Efek dari Berita Hoax

“Untuk saat ini isunya lebih ke politik ya, soalnya sebentar lagi pilpres dan pileg, kubu partai,” ujar Kepala Bidang Informasi Publik KOMINFO Malang, Ismin Tarti.

Berdasarkan data yang telah dihimpun MalangTODAY.NET, selain isu politik ada isu sosial. Contohnya terjadi pada golongan ormas yang mementingkan kepentingan pribadi dan golongan.

“Seperti kasus foto relawan FPI tentang bencana Palu, sedangkan setelah dikonfirmasi ternyata bukan di Palu melainkan JABAR tempo dulu,” ungkap Staf Kominfo Malang Bagian Informasi Publik (BIP), Dani.

Lebih luas lagi, masyarakat juga mudah terserang isu hoaks dari bidang sains. Parahnya, setiap tahun terulang dengan informasi hoaks yang sama sekalipun. Salah satu contohnya di sains Astronomi ketika terjadi fenomena Bumi berada di titik terdekat dengan Matahari (perihelion).

Pada saat tersebut disebarkan bahwa Bumi akan mengalami panas luar biasa. Kenyataannya, tidak ada pengaruh signifikan. Bumi di perihelion maupun tidak hampir terasa sama saja. Sebab, beda jarak saat Bumi di titik terdekat dan terjauh Matahari itu hanya 5 juta km dari 150 juta km.

Salah satu penyebab isu tersebut mudah dijadikan hoaks adalah kurangnya pemahaman masyarakat. Ditambah lagi kurangnya literasi baik digital maupun dunia nyata.

Baca Juga: Masyarakat Berkuasa atas Pembuatan dan Penyebaran Hoaks

“Kejadian tersebut terjadi karena orang Indonesia kurang edukasi literasi digital. Kampanye publik dapat digalakkan untuk menangkal hoaks,” jelas inisiator MAFINDO, Septiaji Eko Nugroho dilansir dari Kompas.

Baca Juga  Muzaki, Penggerak Literasi Malang Inspiratif yang Membangun Galeri Kreatif

Alasan tersebut semakin kuat karena masyarakat sekarang jarang membaca informasi secara utuh, hanya sepotong-sepotong.


Karet Bungkus : Jazilatul Humda
Reporter : Jazilatul Humda
Penulis : Almira
Editor : Almira
Ilustrator : Nanda Tri Pamungkas

Loading...