Angka Bullying di Lingkungan Pendidikan Mencengangkan!
Ilustrasi angka bullying di Indonesia @Nanda/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Jumlah kasus kekerasan dalam pendidikan menjadi sorotan banyak pihak. Hal ini mendapatkan sorotan khusus dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada perayaan Hari Anak Nasional (23/7/2018) kemarin.

Dilansir dari Tempo.co, KPAI mencatat kasus pendidikan di tahun 2018 hingga 30 Mei 2018 lalu mencapai 161 kasus. Rinciannya adalah anak korban tawuran sebanyak 23 kasus (14,3 persen), anak pelaku tawuran mencapai 31 kasus (19,3 persen), anak korban kekerasan dan bullying mencapai 36 kasus (22,4 persen), anak pelaku kekerasan dari bullying mencapai 41 kasus (25,5 persen) dan anak korban kebijakan sekolah mencapai 30 kasus (18,7 persen).

Baca Juga: Pernah Alami Bullying, 2 Public Figure Malang Ini Beber Pengalaman dan Tips Hadapi Bullying

Tingginya angka bullying di sekolah membuat KPAI mewanti-wanti para pelajar. Hal ini karena kemungkinan besar pelaku bullying di sekolah kerap melanjutkan perilakunya itu di dunia maya sehingga bully yang dilakukannya sudah berubah menjadi cyberbully.

“Tingginya angka kekerasan dan bullying di sekolah menjadi pesan bagi semua orang tua dan guru bahwa para siswa kita rentan menjadi korban dan bahkan pelaku bully, baik di dunia nyata maupun di dunia maya,” kata Komisioner KPAI Retno Listyarti sebagaimana dikutip dari Kumparan.com (22/7/2018) lalu.

Baca Juga: Penyandang Tuna Daksa Ini Beberkan Pengalaman Jadi Korban Bullying

Data Kementerian : 8 dari 10 Siswa Mengalami Kekerasan

Data ini kemudian diperkuat oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) yang dirangkum dalam ikhtisar eksekutif strategi nasional penghapusan kekerasan terhadap anak pada rentang waktu 2016 – 2020. Data tersebut menunjukkan sebanyak 84 persen siswa pernah mengalami tindakan kekerasan yang dengan kata lain berarti setiap 8 dari 10 siswa pernah mengalami kekerasan.

Rincian bentuk kekerasan yang diterima antara lain 45 persen siswa laki-laki mengatakan guru atau petugas sekolah sebagai pelaku kekerasan, 40 persen siswa usia 13 – 15 tahun melaporkan kekerasan fisik dari teman sebaya, 75 persen siswa mengaku pernah melakukan kekerasan, 22 persen siswa perempuan menyebutkan guru atau petugas sekolah sebagai pelaku kekerasan, dan 50 persen anak melaporkan pernah mengalami bullying di sekolah.

Baca Juga  Sungai Tercemar, Kesehatan Warga Terancam

Karet Bungkus : Ilham Musyafa
Penulis : Raka Iskandar
Editor : Raka Iskandar
Ilustrator : Nanda Tri Pamungkas

Loading...