Pernah Alami Bullying, 2 Public Figure Malang Ini Beber Pengalaman dan Tips Hadapi Bullying
Public Figure Hadapi Bullying @Nanda/MalangTODAY

MALANGTODAY.NET – Untuk menjadi seorang public figure, banyak rintangan yang harus dilalui untuk mencapai kesuksesan. Bahkan setelah menjadi terkenal pun, para public figure ini masih harus menghadapi berbagai terpaan miring dari publik. Salah satu yang kerap menimpa mereka adalah bullying.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kidnep, musisi yang namanya melambung di industri musik nasional lewat karyanya bersama band pop Flanella. Awal kemunculannya di industri musik pop diiringi dengan bullying. Ia mencontohkan saat Flanella yang digawanginya pertama kali eksis di dunia musik pop, tak sedikit bullying diterima. Bagi mayoritas orang Malang saat itu, identitas musik Malang itu adalah musik rock, bukan pop.

Baca Juga: Penyandang Tuna Daksa Ini Beberkan Pengalaman Jadi Korban Bullying

“Dulu di Malang juga nggak sedikit yang nggak suka sama band saya itu. Tapi di situ kita semangat untuk bikin karya yang bisa dinyanyikan banyak orang. Banyak juga yang meremehkan “band Malang kok nge-pop, band Malang iku nge-rock!” ” tutur Kidnep saat dihubungi oleh MalangTODAY.net.

Namun baginya, hal tersbeut adalah pelecut semangat untuk berkarya. Dengan selalu berkarya, Kidnep dan kawan-kawan mendapati bahwa cercaan yang diterima karena memainakn musik pop mulai menurun. “Mungkin sudah banyak yang sadar bahwa berkarya nggak harus sepaham,” tukasnya.

Tindakan bullying sendiri dipercaya berbahaya untuk kesehatan mental seseorang. Terlebih jika hal tersebut dialami saat usianya masih belia. Hal ini disampaikan oleh Hanny Larasati, presenter Kompas TV Malang.

“Aku pernah ngalamin bullying saat dulu masih duduk di bangku SMP. Bullying yang aku terima dulu bikin aku dikucilkan dari teman sekelas sampai aku akhirnya pindah sekolah,” tukas presenter yang masih berkuliah di Universitas Brawijaya itu.

Baca Juga: Mengenal Cyberbullying, Intimidasi Dunia Maya yang Begitu Mengerikan

Bagi Hanny, dalam menyikapi bully perlu adanya kesadaran diri dan dukungan dari orang sekitar. Dengan begitu, anak akan survive dan dapat membentuk diri menjadi pribadi lebih baik.

Cyberbully, Dimensi Bullying Baru yang Cukup Meresahkan

Perkembangan teknnologi yang makin mutakhir membuat bullying masuk pada dimensi yang lebih upgrade, yaitu cyberbully alias bullying di media sosial. Hal ini yang diperhatikan betul oleh Kidnep dan Hanny mengingat cyberbully menjadi hal yang cukup lumrah ditemui dewasa ini.

Baca Juga  Ngeri, Masih Banyak Kecelakaan Bermotor yang Tidak Terlapor

“Biasanya postingan nyinyir, SARA, dan sok,” kata Kidnep saat ditanya mengenai postingan yang kerap memancing bullying dari netizen.

Baca Juga: Jackie Chan hingga Lady Gaga, 8 Artis Internasional Ini Pernah Jadi Korban Bully

Ia juga memberi tips bagaimana caranya bersikap saat menerima cyberbully di media sosial, yaitu berusaha untuk tidak menjadi sombong. “Karena ketidaksombongan akan membawa banyak teman dan pembelaan dari teman-teman netizen,” tandas Kidnep.

Senada dengan Kidnep, Hanny turut mengamini bahwa menghadapi netizen haruslah dengan bijak dan jangan sampai ikut terbawa dengan omongan netizen. Hal itu justru nanti akan membuat netizen makin menjadi-jadi. Malahan ia mengingatkan bahwa karma itu nyata.

“Yah dibiarkan saja. Tanggapi dengan bijak, dan kalau ada hatespeech dihindari saja. Karena apa yang kamu tanam itu yang kamu tuai kelak,” tutup Hanny.


Karet Bungkus : Ilham Musyafa
Penulis : Raka Iskandar
Editor : Raka Iskandar
Ilustrator : Nanda Tri Pamungkas

Loading...